Tujuh Pesawat Tempur Prancis Mendarat Darurat di SIM

Sebanyak tujuh pesawat tempur milik Angkatan Laut Prancis jenis Rafale, Sabtu (18/5) siang, mendarat darurat di Pangkalan Udara (Lanud)

Tujuh Pesawat Tempur Prancis  Mendarat Darurat di SIM
SERAMBI/BUDI FATRIA
Personel TNI AU melakukan pengamanan terhadap pesawat tempur milik Angkatan Laut Perancis jenis Rafale, yang mendarat darurat di Pangkalan Udara (Lanud) Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar. Foto direkam, Minggu (19/5). SERAMBI/BUDI FATRIA 

* Lima Sudah Kembali ke Kapal Induk

BANDA ACEH - Sebanyak tujuh pesawat tempur milik Angkatan Laut Prancis jenis Rafale, Sabtu (18/5) siang, mendarat darurat di Pangkalan Udara (Lanud) Sultan Iskandar Muda (SIM), Aceh Besar. Ketujuh kapal tersebut terbang dari Kapal Induk Charles De Gaule yang saat itu berada sekitar 100 mil sebelah barat Aceh. Sebab, saat kapal raksasa yang menjadi base pesawat tempur itu mendekati perairan Aceh, mereka dihadang cuaca buruk.

Danlanud SIM, Kolonel Pnb Hendro Arief H SSos, dalam konferensi pers, Sabtu (18/5) malam menyampaikan, saat itu Kapal Induk Charles De Gaule sedang berlayar dekat perairan Aceh. Namun, dalam perjalanan jalur yang mereka lintasi dilanda cuaca buruk. Sehingga sejumlah pesawat tempur yang berada di landasan kapal induk harus diterbangkan ke bandara terdekat.

Karena Lanud SIM sebagai landasan terdekat di darat, menurutnya, pihak militer Prancis kemudian meminta izin kepada TNI AU agar pesawat tempur mereka dapat mendarat darurat di Lanud SIM. “Sesuai prosedur penerbangan dan alasan keselamatan, pesawat melaksanakan divert ke bandara atau pangkalan terdekat, dalam hal ini Lanud Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar,” ujar Danlanud SIM.

Akhirnya, sekitar pukul 11.45 WIB, ketujuh pesawat tempur itu secara beriringan mendarat di Lanud SIM. Setelah pesawat tiba di Lanud SIM, anggota TNI AU langsung memeriksa awak pesawat tempur tersebut. Hasil pemeriksaan fisik diketahui bahwa crew Rafale tidak membawa senjata perorangan. Hanya pada salah satu pesawat dengan tail number 39 terdapat peluru kendali dummy jenis MICA (Missile Interception Combat Arien).

Hanya beberapa jam berada di Lanud SIM atau sekitar pukul 18.50 WIB, lima dari tujuh pesawat tersebut terbang kembali ke Kapal Induk Charles De Gaule. Sedangkan tiga unit lainya harus bermalam di Aceh karena ada masalah teknis. Sehingga pihak Prancis harus mendatangkan tim dukungan teknis.

Setelah diperbaiki oleh tim teknik, pada Minggu (19/5) sekitar pukul 11.50 WIB, satu lagi pesawat tempur Rafale dinyatakan bisa terbang dan kembali ke kapal induk. Hingga berita ini diturunkan, masih tersisa dua pesawat tempur milik Angkatan Laut Prancis di Lanud SIM dalam kondisi rusak. Kolonel Pnb Hendro Arief menambahkan, keberadaan kapal induk Charles De Gaule di dekat perairan Aceh dalam misi latihan dan kapal tersebut juga sedang dalam perjalanan menuju Singapura.(mun)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved