YARA Abdya Laporkan Oknum Debt Collector ke Polisi

Hal tersebut disampaikan Miswar seusai melaporkan dua orang dept collector salah satu perusahaan berinisial ZD dan DD ke SPKT Polres Abdya.

YARA Abdya Laporkan Oknum Debt Collector ke Polisi
SERAMBINEWS.COM/MASRIZAL
Ketua dan Sekretaris YARA Abdya, Miswar SH (kanan) dan Erisman SH. 

Laporan Rahmat Saputra | Aceh Barat Daya

SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE - Yayasan Advolasi Rakyat Aceh (YARA)Perwakilan Aceh Barat Daya (Abdya) meminta pihak kepolisian untuk menindak tegas para debt collector atau penagih utang yang bertindak arogan dan semena-mena terhadap masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Miswar seusai melaporkan dua orang dept collector salah satu perusahaan berinisial ZD dan DD ke SPKT Polres Abdya.

Ketua YARA Perwakilan Abdya, Miswar SH mengatakan pelaporan dua penagih utang atau dept collector itu dilakukan seusai menerima laporan dari salah satu pemilik motor berinisial CH (41) warga Desa Geulumpang Payong, Kecamatan Blangpidie.

Ia menyebutkan pelaporan itu dilakukan karena keduanya telah merampas sepeda motor nasabah leasing berinisial CH pada 13 Maret 2019.

“Mereka berdua ini telah melakukan penarikan atau perampasan secara paksa terhadap klien kami pada 13 Maret 2019 lalu,” ujar Ketua YARA Abdya, Miswar kepada Serambinews.com, Senin (20/5/2019).

Baca: Dulu Dikejar Debt Collector, Pilih Tinggalkan Riba, Pria Ini Sukses Bangun Bisnis Beromzet Miliaran

Baca: Debt Collector Andalkan Kekerasan Harus Dibasmi

Baca: Debt Collector Bodong Dijerat Dua Pasal

Menurut Miswar, eksekusi yang dilakukan oleh kedua dept collector itu, dengan alasan CH macet cicilannya.

"Seharusnya, jika melakukan penarikan sepeda motor, mereka harus melampirkan dokumen yang sah," kata Miswar.

Bukan itu saja, tambah Miswar, dept collector tersebut juga tidak melampirkan surat peringatan pertama sampai ketiga kepada CH.

"Mereka ini juga tidak menunjukkan sertifikat fidusia, atau membawa putusan pengadilan sesuai dengan Undang-Undang Fidusia tahun 1999 dan peraturan Menteri Keuangan nomor 32 tahun 2012 yang khusus mengatur tentang Tata Cara Penarikan Kendaraan Bermotor pada konsumen yang telah macet cicilannya, kami menilai tindakan mereka menyalahi aturan," ungkapnya.

Untuk itu, ia mendesak pihak Polres Abdya untuk mengusut tuntas permasalahan ini dengan segera menangkap debt collector tersebut dan juga diproses sampai kepada pihak-pihak yang diduga menyuruh mereka melakukan tindak pidana tersebut.

"Jika dibiarkan, mereka merajarela. Apalagi tindakan mereka sering tidak manusiawi, makanya kami laporkan," katanya.

Selain itu, Miswar menyebutkan YARA Abdya juga membuka posko pengaduan mengenai debt collector yang mengambil paksa jaminan fudisia tanpa dilampirkan dokumen-dokumen persyaratan kepada konsumen lainnya.

"Kami meminta masyarakat, jika ada menerima perlalukan penarikan paksa sepeda motor, tanpa dokumen yang sah sesuai undang-undang, silakan membuat laporan. Kami siap memberikan pendampingan hukum," pungkasnya. (*)

Penulis: Rahmat Saputra
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved