Salam

Awas, “Street Crime” Menjelang Idul Fitri

Seorang mahasiswi Univeristas Malikussaleh (Unimal) Aceh Utara, dilaporkan dirampok di jalan Medan-Banda Aceh

Awas, “Street Crime” Menjelang Idul Fitri
Serambi Indonesia
Perampok Duel dengan Polisi, Puluhan Amunisi Disita 

Seorang mahasiswi Univeristas Malikussaleh (Unimal) Aceh Utara, dilaporkan dirampok di jalan Medan-Banda Aceh, tepatnya kawasan Blang Panyang, Kecamatan Muara Satu Lhokseumawe, Sabtu (18/5/2019), sekitar pukul 21.40 WIB. Tiga pria yang menghadangnya menggunakan pisau dan kayu balok berhasil mengambil sejumlah uang, cincin emas, dan telepon genggam milik korban.

Kala itu, korban yang bersepeda motor melaju dari arah timur menuju barat, hendak pulang ke rumahnya di Desa Blang Pulo, kecamatan yang sama. Sesampai di lokasi kejadian, tiba- tiba dihadang tiga pria yang juga menggunakan sepeda motor. Satu pria memegang pisau, satu lagi memegang kayu, dan satu lagi yang bekerja untuk menguras harta benda berharga pada korban. Setelah itu pelaku langsung kabur.

Kasus seperti ini bukan hal baru di Aceh, terutama pada malam hari. Dan, biasanya kajahatan-kajahatan yang umumnya dilakukan penjahat-penajahat muda bahkan berusia remaja makin sering terjadi menjelang hari raya. Untuk itulah, apa yang telah menimpa mahasiswi Unimal tadi hendaknya menjadi pelajaran bagi yang lain, terutama saat bepergian. Untuk keamanan diri, lebih baik tidak bepergian pada malam hari. Kalau pun harus pergi sebaiknya tidak sendirian. Jika dulu kejahatan semacam itu hanya ada di kota-kota besar seperti Jakarta, Palembang, dan Medan, tapi kini kasus seperti begal dan kejahatan jalanan lainnya sudah merambah kota-kota kecil seperti Lhokseumawe, Bireuen, dan lain-lain.

Harus diingat, di mana-mana sekarang aksi kejahatan jalanan (street crime) makin marak. Seorang pejabat kepolisian mengatakan, ada peningkatan dari tahun ke tahunnya, terutama mendekati hari-hari besar, seperti Hari Raya Idul Fitri. “Biasanya menjelang hari besar keagamaan atau tahun baru aktivitas masyarakat di luar semakin meningkat. Banyaknya masyarakat yang mencari kebutuhan untuk pemenuhan hari raya menjadi salah satu peluang bagi para pelaku kejahatan.” Makanya, pada momentum seperti itu, kejahatan yang paling banyak terjadi adalah penjambretan.

Pelaku kejahatan jalanan bisa siapa saja, tapi kebanyakan dari masyarakat kelas ekonomi bawah. Pengangguran menjadi salah satu golongan pelaku yang kerap melakukan aksi penjambretan. Untuk lokasi rawan kejahatan jalanan biasanya terjadi di pusat perbelanjaan, tempat keramaian, hingga jalanan umum.

Kejahatan jalanan seperti perampasan atau penjambretan dan penodongan banyak menyasar kaum perempuan. Kebanyakan wanita menjadi sasaran karena memang wanita cara bawa tasnya itu unik, spesifik ditaruhnya di bahu, lengan, dan di sepeda motor sehingga si pelaku dengan mudahnya merampas tas.

Peningkatan kejahatan jalanan menunjukkan pelaku sangat tahu kapan waktu yang tepat untuk menjalankan aksi-aksinya. Lalu, kedua kejahatan tersebut dilakukan secara terbuka tanpa rasa takut. Sehingga bisa dibilang masyarakat, terutama perkotaan, menjadi target mudah para pelaku untuk beraksi. Makanya, kita bersyukur, kini polisi sudah mendirikan pos-pos penjagaan di banyak tempat untuk memberi rasa aman kepada masyarakat dalam beraktivitas menjelang dan pada saat Lebaran nanti.

Menghadapi maraknya aksi ke jahatan jalanan ini, polisi memang harus bertindak tegas. Sebab, kalau tanpa langkah-langkah tegas dan cepat dari polisi, maka kejahatan-kejahatan jalanan ini akan sangat cepat merajalela. Lihatlah bagaimana di kota-kota besar kini aksi begal makin marak dan beringas. Mereka berani secara terbuka menantang aparat keamanan.

Sekali lagi kita minta polisi menjaga keselamatan dan keamanan masyarakat di jalan-jalan menjadi prioritas untuk dilindungi setiap waktu. Segala bentuk kejahatan (termasuk penjambretan dan pembegalan) harus terus ditanggulangi dan diberantas.

Kepada masyarakat harus pula menyadari bahwa pendidikan (terutama pendidikan agama, akhlak) dan lingkungan sosial hendaknya lebih ditingkatkan dan diberdayakan agar anak-anak dan remaja khususnya mempunyai mental, moral, dan karakter yang baik. Kita yakin mental, moral, dan karakter yang baik akan mampu mencegah anak-anak dan remaja dari kenakalan, kebejatan, dan kejahatan.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved