Terkait Vonis Kasus Video Ma'aruf Berpakaian Sinterklas , JPU belum Pastikan Banding atau Tidak

Atas vonis tersebut, kuasa hukum menyatakan akan pikir-pikir dalam tempo waktu tujuh hari ke depan, apakah akan menyatakan banding atau tidak.

Terkait Vonis Kasus Video Ma'aruf Berpakaian Sinterklas , JPU belum Pastikan Banding atau Tidak
SERAMBINEWS.COM/SAIFUL BAHRI
Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Lhokseumawe dalam sidang pamungkasnya, Selasa (21/5/2019) menvonis Safwan, 6 bulan penjara. Terdakwa terbukti pelaku penyebaran video Calon Wakil Presiden (Cawepres) 01, Ma’aruf Amin yang mengucapkan selamat natal dan menggunakan pakaian mirip sinterklas. 

Laporan Saiful Bahri | Lhokseumawe 

SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE - Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Lhokseumawe dalam sidang pamungkasnya, Selasa (21/5/2019) menvonis Safwan, terdakwa perkara penyebaran video Ma’ruf Amin yang mengucapkan selamat natal dan menggunakan pakaian mirip sinterklas, dengan hukuman tujuh bulan penjara.

Atas vonis tersebut, kuasa hukum menyatakan akan pikir-pikir dalam tempo waktu tujuh hari ke depan, apakah akan menyatakan banding atau tidak.

Begitu juga Jaksa Penuntut Umum (JPU) juga menyebutkan akan pikir-pikir.

"Kami akan pelajari dulu pertimbangan hukum dalam putusan majelis hakim," demikian pungkas JPU, Fakhrillah, yang juga merupakan Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Lhokseumawe.

Sebelumnya, dalam dakwaan JPU pada persidangan pertama, dijelaskan, terdakwa pada 24 Desember 2018, mendownload video dari sebuah akun facebook tentang sosok Ma’ruf Amin mengucapkan selamat natal, serta menggunakan baju/atribut pelaksanaan natal menyerupai Sinterklas.

Selanjutnya, video berdurasi 13 detik tersebut diedit dan digabungkan dengan video ceramah Habib Assegaf tentang larangan mengucapkan selamat natal oleh orang muslim.

Lalu, video yang sudah digabungkan tersebut diupload oleh terdakwa ke akun youtube atas nama DS Youtube, dengan judul, “Ma’aruf Amin Resmi Menjual Iman Demi Jabatan”.

Selanjutnya, pada 26 Desember 2019, terdakwa ditangkap tim Polres Lhokseumawe, untuk proses hukum lanjutan.

Sedangkan dalam proses sidang yang berlangsung di PN Lhokseumawe, JPU pun menuntut terdakwa dengan hukuman 10 bulan penjara.(*)

Baca: Nasdem, PKS, Gerindra, dan PKB Melejit, PPP Nyaris Sentuh Ambang Batas, Ini Urutan Hasil Pileg 2019

Baca: Pemain Persiraja Wajib Miliki Paspor

Baca: Pemerintah Aceh Bersinergi Kembangkan KEK Arun Lhokseumawe

Penulis: Saiful Bahri
Editor: Taufik Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved