BBPOM Aceh Temukan Mi Berformalin di Pidie Jaya

Ditanya langkah apa yang dilakukan terhadap hasil temuan dimaksud, Nurlinda menyebutkan, itu adalah wewenang Pemkab setempat.

BBPOM Aceh Temukan Mi Berformalin di Pidie Jaya
SERAMBINEWS.COM/IST
Petugas dari Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Aceh memeriksa makanan dan minuman di Pidie Jaya. 

Laporan Abdullah Gani I Pidie Jaya

SERAMBINEWS,COM.MEUREUDU - Petugas dari Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Aceh didampingi bupati/wabup Pidie Jaya beserta sejumlah instansi terkait, Selasa (21/5/2019) melakukan pemeriksaan terhadap makanan dan minuman berbuka puasa di tiga pasar di Pidie Jaya.

Kepala Bidang (Kabid) BBPOM Aceh, Nurlinda Lubis kepada Serambinews.com mengatakan pemeriksaan itu bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya makanan tersebut mengandung boraks dan formalin.

Beberapa warga kepada Serambinews.com mengaku senang atau lega dengan adanya pemeriksaan tersebut.

Dengan mengetahui ada atau tidaknya makanan mengandung bahan berbahaya, mereka pun sudah mewaspadai atau hati-hati.

Baca: Dinilai belum Bekerja Maksimal, Bupati Rocky Pimpin Evaluasi Kinerja Camat

Baca: KPK Minta Keterangan Menag Lukman Hakim Saifuddin, Lakukan Penyelidikan Terkait Penyelenggaraan Haji

Baca: 3 Orang Ditangkap Terkait Penyelundupan Senjata Saat Aksi 22 Mei, Targetnya Pejabat Negara

“Maunya kami jangan sekadar periksa saja. Jika ada temuan mengandung bahan berbahaya, hendaknya harus ada tindak lanjut,” ketus seorang ibu rumah tangga.

Di Pidie Jaya, tiga pasar ibukota kecamatan yang menjadi sasaran utama pemeriksaan yaitu, Pasar Lueng Putu, Ibukota Kecamatan Bandarbaru, Pasar Ulee Gle Ibukota Kecamatan Bandardua serta Pasar Meureudu Ibukota kecamatan sekaligus kota kabupaten.

Di tiga pasar tersebut, lanjut Nurlinda yang juga Koordinator Tim Pengawasan Pangan jajanan ramadhan, sebanyak 44 sampel makanan dan minuman yang diambil untuk diuji.

Hasilnya, 2 sampel mi positif mengandung boraks, dua sampel mi positif mengandung formalin serta satu sampel keurupuk tempe mengandung boraks.

Ditanya langkah apa yang dilakukan terhadap hasil temuan dimaksud, Nurlinda menyebutkan, itu adalah wewenang Pemkab setempat.

Pihaknya hanya sebatas memeriksa sementara tindakan yang diambil, terpulang kepada bupati/wabup.

Kepada Serambinews.com Nurlinda menambahkan, pada Rabu (22/5/2019) pihaknya sudah berupaya untuk menemui bupati di kantor untuk menyampaikan hasil uji dimaksud sekaligus mendapatkan arahan beliau.

Sayangnya, setelah beberapa jam ditunggu, bupati tidak masuk.

“Maaf pak, kami belum ada arahan dari bupati tentang hasil uji,” ujar Nurlinda.(*)

Penulis: Abdullah Gani
Editor: Ansari Hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved