Ini Besaran Zakat Fitrah di Banda Aceh

Kankemenag Banda Aceh, sudah menetapkan besaran zakat fitrah tahun 1440 Hijriah dalam bentuk uang yaitu Rp 36.000 hingga Rp 51.500/jiwa.

Ini Besaran Zakat Fitrah di Banda Aceh
Kolase TribunStyle
Ilustrasi 

Laporan Mawaddatul Husna | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Banda Aceh, Rabu (22/5/2019) sudah menetapkan besaran zakat fitrah tahun 1440 Hijriah atau 2019 Masehi dalam bentuk uang yaitu Rp 36.000 hingga Rp 51.500/jiwa.

Keputusan itu diambil setelah digelar rapat dengan instansi terkait dilingkungan kota Banda Aceh yaitu Majelis Permusyawaratan Ulama, Dinas Syariat Islam, Dinas Pendidikan Dayah, Baitul Mal, dan Subbag Sosial dan Keagamaan Kantor Walikota Banda Aceh.

Kepala Kankemenag Banda Aceh, Drs H Asy’ari mengatakan masyarakat dapat membayar zakat fitrah dengan beras maupun uang, sesuai pemahaman yang diyakini.

Zakat fitrah yang dibayar dalam bentuk uang itu harus sesuai harga beras yang dikonsumsi sehari-hari oleh masing-masing keluarga.

Baca: Bolehkan Zakat Fitrah di Bulan Ramadhan Dibayar dengan Uang? Simak Penjelasannya

Baca: Inilah Cara Menghitung Jumlah Zakat Fitrah dan Waktu Pelaksanaannya

Baca: Kemenag Aceh Barat Tetapkan Zakat Fitrah 1440 H, Ini Besarannya

Pembayaran zakat fitrah dengan uang dibagi dalam empat tipe, sesuai dengan jenis beras yang dikonsumsi.

Ia menambahkan, zakat yang dibayar dengan beras, yaitu 2,8 kilogram per jiwa. Namun apabila membayar dalam bentuk uang, sesuai Mazhab Hanafi, maka untuk tipe I Beras Piring Nasi, Yusima Superbrand, PTN atau sejenisnya besaran zakatnya ditetapkan Rp 51.500/jiwa.

Sedangkan tipe II seperti beras jenis Aladin, Ramos, Tangse atau sejenisnya ditetapkan Rp 43.500/jiwa.

Tipe III untuk beras jenis Blangbintang, Keumala, dan sejenisnya ditetapkan Rp 40.500/jiwa.

Terakhir beras tipe IV untuk jenis beras lokal non polis, Dolog, dan sejenisnya ditetap sebesar Rp 36.000/jiwa.

“Kepada amil zakat di gampong diimbau agar tidak mencampuraduk beras yang kualitas I dengan kualitas tipe II, III, dan IV, sebab akan menurunkan kualitas beras itu saat diterima nanti,” imbuh Asy'ari. (*)

Penulis: Mawaddatul Husna
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved