Salam

Kita Diminta Perbanyak Membaca Kitab Alquran

Hari ini puasa kita sudah sampai 17 Ramadhan 1440 H. Artinya, tadi malam kita baru saja memperingati Nuzulul Quran

Kita Diminta Perbanyak Membaca Kitab Alquran
SERAMBINEWS.COM/SUBUR DANI
Wakil Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah ST MT menyampaikan sambutan pada peringatan malam Nuzulul Quran di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh 

Hari ini puasa kita sudah sampai 17 Ramadhan 1440 H. Artinya, tadi malam kita baru saja memperingati Nuzulul Quran, atau malam turunnya kita suci umat Islam, Alquran. Para ulama mengatakan, hanya Alquranlah yang masih terpelihara keaslian dan kemurniannya, sesuai dengan janji Allah Swt. Makanya, setiap Muslim wajib beriman kepada kitab Allah ini.

Kebiasaan selama ini, peringatan terhadap turunnya Alquran diwujudkan masyarakat dalam berbagai acara. Ada yang dengan mengadakan pengajian umum, mendengar ceramah, ada yang merayakannya dengan pertunjukan pentas seni, semisal qasidah, nasyid, dan lainnya. Dan tidak jarang pula yang memperingatinya dengan mengadakan kenduri yang diwujudkan dalam buka puasa bersama.

Tapi, Rasulullah Saw mewujudkan peringatan Nuzulul Quran dengan cara yang sangat berbeda dengan kita. Beliau memperbanyak membaca Alquran dalam shalat-shalatnya, terutama saat tarawih. “Beliu (Nabi Muhammad Saw) mulai membaca surat Albaqarah. Saya pun mengira bahwa beliau akan berhenti pada ayat ke-100, ternyata beliau terus membaca. Saya pun kembali mengira beliau akan berhenti pada ayat ke-200, ternyata beliau terus membaca hingga akhir Albaqarah, dan terus menyambungnya dengan surat Ali Imran hingga akhir. Kemudian beliau menyambungnya lagi dengan surat An Nisa’ hingga akhir surat,” begitulah kisah seorang sahabt nabi.

Makanya, setiap kali berada di bulan Ramadhan, hal yang harus kita tingkatkan adalah kecintaan dan amalan kita terhadap Alquran. Sebab, Nabi Muhammad Saw menggambarkan, manusia hidup di muka bumi ini bagaikan seorang musafir yang sedang mengembara. Sebagai musafir, maka diperlukanlah guide book sebagai panduan agar manusia tidak tersesat dan bisa sampai di tempat tujuan akhir dengan selamat. Allah Swt telah memberi kita satu kitab suci sebagai buku panduan perjalanan yang diturunkan melalui Malaikat Jibril As kepada Nabi Muhammad Saw sebagai Amiirussafar dari dunia menuju akhirat, yaitu Alquranul Karim.

Para ulama mengatakan, sebagai buku panduan, maka orang yang menggunakannya harus lah memanfaatkannya dengan penuh keyakinan tanpa ada keraguan. Oleh karena itu, Allah Swt menegaskan, “Kitab (Alquran) ini tidak ada keraguan di dalamnya, petunjuk bagi orang yang bertakwa.”

Dan ditegaskan pula bahwa segala hal prinsipil yang terkait dengan perjalanan manusia di muka bumi ini telah dijelaskan dalam kitab tersebut. Dan, ketika Allah Swt menurunkan Alquran dengan ayat-ayat yang jelas dan terperinci, salah satu tujuannya memastikan agar manusia selama perjalanannya di dunia berbahagia dan sejahtera.

Allah Swt sudah mengatur seluruh kehidupan manusia. Prinsip-prinsip yang diperlukan manusia dalam kehidupan ini telah disebutkan dalam Alquran. Pokok-pokok akidah, tata cara beribadah, konsep-konsep perekonomian, perpolitikan, tatanan sosial, kerumahtanggaan, dan lain sebagainya, semua terjelaskan secara konret dalam Alquran.

Ada tiga peran utama sains yang juga diajarkan Alqur-an. Pertama, peran sains menjawab keingintahuan manusia. Kedua, peran sains melandasi pengembangan teknologi yang memudahkan manusia. Dan, ketiga, menurut ajaran Islam sains juga berperan membantu mendekatkan diri kepada Allah Swt.

Justru itulah, aktivitas umat manusia bila dikelola sesuai dengan petunjuk Alquran, akan mendatangkan keberkahan dan kebaikan. Sebab, selain kisah-kisah yang Allah ceritakan dalam Alquran untuk diambil hikmah dan pelajarannya, ada juga perintah yang harus dilaksanakan dan larangan yang wajib dijauhi. Perintah dan larang itu semua demi berlangsungnya kehidupan manusia yang sejahtera dan bahagia serta jauh dari kesengsaraan, baik di dunia maupun di akhirat.

Sebagai muslim, kita juga diingatkan bahwa kunci-kunci rezeki dan keberkahan dari langit dan bumi adalah ketika manusia takut kepada Allah, takut bermaksiat kepada-Nya, dan takut akan ditimpa azab oleh-Nya karena hidupnya jauh dari Alquran. Inilah di antara hikmah di balik Nuzulul Quran, ketika Allah Swt memuliakan bulan Ramadhan dengan berbagai keutamaan.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved