Safwan Divonis 7 Bulan Penjara

Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Lhokseumawe menvonis Safwan, terdakwa dalam perkara penyebaran

Safwan Divonis 7 Bulan Penjara
SERAMBI/SAIFUL BAHRI
MAJELIS Hakim Pengadilan Negeri (PN) Lhokseumawe menvonis Safwan, terdakwa dalam perkara penyebaran video Calon Wakil Presiden (Cawepres) 01, Ma’aruf Amin yang mengucapkan selamat natal dan menggunakan pakaian mirip sinterklas dengan hukuman tujuh bulan penjara. Amar putusan ini dibacakan hakim dalam sidang pamungkas yang berlangsung Selasa (21/5). 

* Sidang Penyebaran Video Ma’aruf Berpakaian Siterklas

LHOKSEUMAWE - Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Lhokseumawe menvonis Safwan, terdakwa dalam perkara penyebaran video Calon Wakil Presiden (Cawepres) 01, Ma’aruf Amin yang mengucapkan selamat natal dan menggunakan pakaian mirip sinterklas dengan hukuman tujuh bulan penjara. Amar putusan ini dibacakan hakim dalam sidang pamungkas yang berlangsung Selasa (21/5).

Sidang dipimpin hakim ketua Azhari bersama hakim anggota, Sulaiman dan Kasim. Ruang sidang kali ini terlihat lebih ramai yakni dari keluarga dan kerabat terdakwa. Saat sidang dimulai, majelis hakim langsung membacakan putusan. Hakim menguraikan secara singkat fakta-fakta yang terungkap selama persidangan.

Dalam menetapkan putusan, hal yang meringankan terdakwa yakni telah menyesali perbuatannya dan belum pernah dihukum. Sedangkan yang memberatkan terdakwa, perbuatannya dapat meresahkan masyarakat. Hakim berkesimpulan kalau terdakwa terbukti secara sah dan dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana tanpa hak menebarkan informasi yang menimbulkan rasa kebencian.

Sehingga, terdakwa divonis dengan hukuman tujuh bulan penjara, dipotong selama masa tahanan. Lalu, memerintahkan agar barang bukti berupa handphone, sim card, akun facebook dan juga dua e-mail terdakwa dirampas untuk dimusnahkan. Selain itu, juga terdakwa dibebankan membayar uang perkara sebesar Rp 3.000.

Usai putusan dibacakan, hakim memberikan kesempatan kepada terdakwa dan kuasa hukum untuk berembuk, apakah mengajukan banding, menerima atau pikir-pikir dulu. Kuasa hukum Safwan menyatakan pikir-pikir. Begitu juga dengan JPU menyatakan akan pikir-pikir. Sehingga kuasa hukum dan JPU memiliki waktu tujuh hari untukmemutuskan apakah mengajukan banding atau menerima putusan.

Sebelumnya, dalam dakwaan JPU pada persidangan pertama, terdakwa pada 24 Desember 2018 mengdownload video dari sebuah akun facebook tentang sosok Ma’ruf Amin mengucapkan selamat natal, serta menggunakan baju/atribut pelaksanaan natal menyerupai Sinterklas. Selanjutnya, video berdurasi 13 detik tersebut diedit dan digabungkan dengan video ceramah Habib Assegaf tentang larangan mengucapkan selamat natal oleh orang muslim.

Lalu, video yang sudah digabungkan tersebut diupload oleh terdakwa ke akun youtube atas nama DS Youtube dengan judul “Ma’aruf Amin Resmi Menjual Imam Demi Jabatan”.

Selanjutnya, pada 26 Desember 2019, terdakwa ditangkap tim Polres Lhokseumawe untuk proses hukum lanjutan. Dalam proses sidang yang berlangsung di PN Lhokseumawe, JPU menuntut terdakwa dengan hukuman 10 bulan penjara.

Kuasa hukum terdakwa, Armia menyebutkan, pihaknya menilai pertimbangan hukum dari majelis hakim ada yang keliru. Di mana sempat diungkapkan keterangan saksi ahli yang meringankan terdakwa, tapi malah dijadikan untuk memberatkan. Mereka menilai ada peluang untuk mengajukan banding. “Kami akan menyatakan sikap dalam tujuh hari apakah akan mengajukan banding atau pun tidak,” ujarnya.

Sedangkan dengan vonis tujuh bulan, menurut Armia, masih tersisa sekitar dua bulan lagi bagi kliennya untuk menjalani masa hukuman di penjara. Karena, sudah hampir lima bulan ditahan dengan status sebagai tahanan.

Sedangkan JPU dari Kejaksaan Negeri Lhokseumawe, Fakhrillah menyatakan, pihaknya dalam tujuh hari ini baru akan menyatakan sikap apakah akan mengajukan banding atau tidak. “Kita akan pelajari dulu pertimbangan hukum dalam putusan majelis hakim. Sehingga, nantinya baru kita ambil kesimpulan apakah menyatakan banding ataupun tidak,” demikian Fakhrillah.(bah)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved