Soenarko Ditangkap

Mantan komandan jenderal (Danjen) Kopassus yang juga pernah menjabat Panglima Kodam Iskandar Muda

Soenarko Ditangkap
KOMPAS.com/SRI LESTARI
WIRANTO, Menko Polhukam 

* Diduga Selundupkan Senpi dari Aceh

JAKARTA - Mantan komandan jenderal (Danjen) Kopassus yang juga pernah menjabat Panglima Kodam Iskandar Muda, Mayjen TNI (Purn) Soenarko, ditangkap atas dugaan makar dan penyelundupan senjata api (senpi) untuk aksi 22 Mei 2019 di Jakarta. Ia kini ditahan di Rumah Tahanan Militer Guntur, Jakarta.

Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto menjelaskan soal penangkapan tersebut karena ia tidak ingin perihal penangkapan Soenarko menjadi simpang siur atau dipolitisasi. Dia tegaskan bahwa penangkapan itu berkaitan dengan pernyataan yang pernah dilontarkan Soenarko di video yang kemudian diviralkan.

„Jadi, supaya tidak simpang siur ya, memang penangkapan Mayor Jenderal Purnawirawan Soenarko berkaitan dengan ucapan-ucapan beliau pada saat ada penjelasan kepada anak buahnya yang terekam dan diviralkan di media sosial,“ kata Wiranto di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (21/5).

Selain itu, kata Wiranto, Soenarko diduga menguasai senjata api (senpi) tanpa hak. Senjata ilegal tersebut didatangkan/diselundupkan dari Aceh, daerah yang hampir 15 tahun reda dari konflik bersenjata.

„Juga ada keterkaitan dengan adanya senjata gelap berasal dari Aceh yang kemudian diindikasikan diduga diminta oleh yang bersangkutan untuk sesuatu maksud tertentu yang kita tidak tahu,” ujar Wiranto.

Mantan panglima TNI itu menegaskan, penangkapan tersebut menjadi bukti bahwa di negeri ini penegakan hukum tidak pandang bulu. Wiranto juga menegaskan agar penangkapan tersebut tidak dikaitkan dengan politik.

„Berarti apa? Memang aparat penegak hukum betul-betul tanpa pandang bulu menindak siapa pun yang melanggar hukum. Di sini kita supaya melihat hitam putih. Jangan dikaitkan dengan politik, dikaitkan dengan pilpres, dengan pemilu. Siapa pun yang melanggar hukum ada hukum yang kita tegakkan. Aparat penegak hukum pasti menindak tegas,“ ujar Wiranto.

Sejauh ini, Wiranto belum menyebutkan berapa jumlah dan untuk senjata api itu digunakan oleh Soenarko. Wiranto hanya menyebut bahwa senjata ilegal itu untuk sesuatu maksud tertentu. “Tapi itu melanggar hukum,” tukasnya.

Ditangani kepolisian
Menurut Wiranto, mantan Danjen Kopassus itu ditahan, antara lain, karena menguasai senpi ilegal. Untuk itu, saat ini kasus Soenarko ditangani kepolisian karena statusnya sudah purnawirawan. “Kita tunggu saja hasilnya,” demikian Wiranto.

Meski lahir di Medan, Sumatera Utara, dan besar di Jawa, Soenarko dikenal luas di Aceh karena pernah menjabat Pangdam Iskandar Muda tahun 2008-2009. Sebelumnya ia pernah menjabat Asisten Operasional (Asops) Kasdam Iskandar Muda. Pria berkumis tebal ini juga pernah menyebut dirinya orang Aceh karena ayahnya berdarah Jawa dan ibunya berdarah Gayo.

Pascakonflik Aceh dan setelah purnawirawan, Soenarko pernah mendukung Ketua Umum DPA Partai Aceh, Muzakir Manaf (Mualem) saat maju sebagai calon wakil gubernur Aceh berpasangan dengan Zaini Abdullah pada Pilkada 2012. Dalam perkembangan berikutnya, Soenarko justru mendukung Irwandi Yusuf-Nova Iriansyah saat maju dan akhirnya terpilih pada Pilkada 2017. Hingga kini Soenarko tercatat sebagai Penasihat Politik Partai Nanggore Aceh (PNA), partai bentukan dan diketuai oleh Irwandi Yusuf. (tribunnews/dik)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved