Haji Uma Minta Pemerintah Kendalikan Harga Komoditas Pertanian Rakyat

PERTANIAN merupakan sektor utama dan berperan penting bagi perekonomian daerah dan nasional

Haji Uma Minta Pemerintah Kendalikan Harga Komoditas Pertanian Rakyat
Dok.Serambinews.com
H Sudirman alias Haji Uma. 

PERTANIAN merupakan sektor utama dan berperan penting bagi perekonomian daerah dan nasional. Sektor pertanian juga menjadi sumber pendapatan ekonomi masyarakat Aceh di tingkat gampong.

Dari data Survey Pertanian Antar Sensus (SUTAS) - 2018 dari Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh, sekitar 910.028 penduduk Aceh adalah petani dan menggantungkan hidup dari hasil pertanian. Karena itu, sudah seharusnya sektor pertanian menjadi sektor prioritas dari pemerintah dalam blue print pembangunan daerah. Terutama tekait sarana dan infrastruktur pendukung yang masih belum maksimal dan merata sehingga berakibat terhadap hasil produksi yang tidak optimal.

Hal ini selanjutnya berdampak terhadap pendapatan ekonomi. Masalah lainnya sektor pertanian yang tak kalah penting adalah terkait harga jual hasil produksi pertanian yang cenderung kerap kurang berpihak dan menguntungkan petani. Di satu sisi sebagai produsen namun mesti menjual hasil produksi dengan harga rendah.

Di sisi lain, mereka harus mencukupi kebutuhan sehari-hari yang justru dengan harga mahal. Persoalan harga jual komoditas pertanian inilah yang kemudian menjadi perhatian dan sorotan dari H Sudirman atau populer dikenal Haji Uma, anggota Komite II DPD RI asal Aceh. Menurut senator yang meraih suara signifikan dan kembali lolos sebagai anggota DPD RI asal Aceh untuk periode mendatang ini, pemerintah mesti hadir dengan solusi serta kebijakan yang berpihak bagi petani terkait harga komoditas hasil pertanian.

Haji Uma melanjutkan, berdasarkan temuannya di lapangan belum lama ini, harga jual sejumlah komoditas pertanian di Aceh merosot. Beberapa jenis komoditas itu diantaranya seperti pinang, karet dan sawit. Komoditas lain yang harganya ikut anjlok juga gabah kering, seperti dikeluhkan oleh sejumlah petani di Kabupaten Aceh Barat Daya baru-baru ini. “Merosotnya harga jual komoditas pertanian di Aceh dalam waktu terakhir ini adalah pukulan bagi petani kita.

Dampaknya kepada pendapatan ekonomi mereka, di sisi lain untuk memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari, mereka mengeluarkan biaya lebih mahal. Belum lagi dalam waktu dekat ini akan menyambut Hari Raya Idul Fitri”, tegas Haji Uma. Haji Uma menegaskan keprihatinannya terhadap kondisi ini. Mengingat Aceh sebagai salah satu basis pertanian dan juga salah satu lumbung pangan nasional. Sektor petanian juga menyumbang sekitar 27 persen lebih terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PRDR) Aceh. Sementara pendapatan petani masih berbanding terbalik dan termarjinalkan secara ekonomi.Atas dasar itu, menurutnya pemerintah harus hadir dan berperan untuk mengendalikan harga jual hasil komoditas pertanian rakyat, sehingga lebih berpihak kepada petani.

Sementara untuk jangka panjang, pemerintah mesti membenahi sistempertanian dan terutama tata niaga sektor pertanian yang berpihak kepada petani. “Dengan kondisi ini, pemerintah harus hadir dan mencarikan solusi serta mengendalikan harga jualkomoditas pertanian yang lebih berpihak kepada petani. Karena mereka menggantungkan sumber ekonomi dan harapan hajathidupnya dan keluarga disana”, ujar Haji Uma.

Selain itu, Haji Uma juga mengungkapkan keluhan yang muncul di daerah terkait Hak Guna Usaha (HGU) oleh perusahaan perkebunan di Aceh. Dikatakan, pemerintah perlu mengevaluasi perpanjangan izin HGU perusahaan yang tidak melakukan proses penanaman ulang, namun tetap menguasai lahan sehingga banyak lahan terlantar.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved