Ketua Relawan Prabowo Aceh Jadi Tersangka

Pihak kepolisian dari jajaran Polda Aceh menetapkan Don Muzakir, Ketua atau Koordinator Relawan Prabowo-Sandi Aceh

Ketua Relawan Prabowo Aceh Jadi Tersangka
For Serambinews.com
Ketua Relawan Prabowo Presiden (RPP) Aceh yang juga Ketua Don Muzakir, saat mendampingi Cawapres nomor urut 02, Sandiaga Uno yang mengunjungi Aceh 

* Dalam Kasus Video Hasutan

BANDA ACEH - Pihak kepolisian dari jajaran Polda Aceh menetapkan Don Muzakir, Ketua atau Koordinator Relawan Prabowo-Sandi Aceh, sebagai tersangka terkait video hasutan yang diunggahnya beberapa waktu lalu. Don ditetapkan menjadi tersangka setelah diperiksa secara intensif polisi melebihi satu kali dua puluh empat jam.

“Iya benar, yang bersangkutan sudah menjadi tersangka dalam kasus video hasutan. Dia ditetapkan tersangka oleh Polda Aceh,” kata Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto saat dikonfirmasi Serambi, Rabu (22/5) sore.

Don Muzakir diperiksa polisi jajaran Polresta Banda Aceh, Selasa (21/5), terkait sebuah video yang diunggahnya ke media sosial. Dalam video itu dia mengajak massa di Aceh dan provinsi lain untuk menggelar aksi ke Jakarta, berkaitan dengan hasil Pemilu 2019, jika KPU curang.

Bukan hanya Don, beberapa orang lainnya dari Badan Pemenangan Provinsi (BPP) Aceh juga sempat diperiksa sebagai saksi. Yaitu, Marzuki AR alias Wen Rimba Raya, Sekjen BPP Aceh, Dedi dan Cut Dira.

“Sempat penanganan awal di Polresta di bawah intel, kita lakukan pemeriksaan. Lalu kemarin setelah diperiksa di Polresta Banda Aceh, langsung dibawa ke Polda Aceh. Sekarang kasus ini ditangani di bawah Dit Reskrimum Polda Aceh,” kata Kombes Pol Trisno Riyanto.

Trisno mengatakan, Don Muzakir diperiksa karena video bernada hasutan yang diunggah oleh yang bersangkutan ke media sosial seperti Youtube dan Instagram. “Dalam video itu hasutan untuk melakukan kegiatan yang bisa menimbulkan keonaran. Makanya diperiksa dan langsung diamankan ke Polda Aceh,” kata Kombes Trisno.

Menurut Kapolresta, Don Muzakir dalam kasus itu dijerat dengan Pasal 14 ayat (1), (2), 15 Undang-Undang No 1 tahun 1946 dan Pasal 160 KUHP. “Sekarang penanganannya di Polda Aceh dan yang bersangkutan sudah ditahan sejak kemarin (Selasa),” pungkas Kombes Pol Trisno Riyanto.

Sekjen Badan Pemenangan Provinisi (BPP) Prabowo-Sandi di Aceh, Marzuki AR alias Wen Rimba Raya, saat dimintai tanggapannya mengatakan bahwa ia merasa aneh dengan kasus yang dituduhkan ke Don Muzakir.

Menurutnya, polisi terkesan seperti mencari-cari masalah dengan pihak pendukung Prabowo-Sandi di Aceh. “Coba lihat saja video itu, banyak sekali sebenarnya video-video begitu di media sosial. Nggak ada masalah kami rasa,” katanya.

Wen menjelaskan, Don Muzakir dalam videonya itu menyebutkan akan melakukan aksi jika KPU curang. Menurutnya itu biasa saja, tidak ada persoalan. “Lain misalnya disebut akan melawan pemerintah, mau perang dengan pemerintah. Tapi dalam video itu cuma ngomong biasa. Sebenarnya apa sih yang mereka mau, kita nggak ngerti,” tandas Wen Rimba Raya.

Sekjen Badan Pemenangan Provinisi (BPP) Prabowo-Sandi di Aceh, Marzuki AR alias Wen Rimba Raya, juga mengaku sudah mengetahui status Don Muzakir yang telah dinaikkan menjadi tersangka. Namun pihaknya belum mendapatkan pemberitahuan secara resmi dari kepolisian.

“Tidak ada pembertitahuan kepada kita, tapi dia kan sudah ditahan dan sudah melebihi satu kali dua puluh empat jam setelah diperiksa kemarin, ya pasti sudah ditahan lah,” kata Wen Rimba Raya kepada Serambi tadi malam.

Wen Rimba Raya kemudian menegaskan, pihaknya tidak akan diam dan tetap akan menempuh cara-cara hukum dalam kasus yang menjerat kawannya tersebut. Oleh karena itu, BPP Aceh sudah mempersiapkan pengacara atau kuasa hukum untuk mendampingi Don Muzakir dalam kasus tersebut.

“Kita akan menempuh dengan cara hukum, kita menunjuk pengacara, salah satunya Mukhlis Mukhtar. Kita merasa tidak ada masalah dalam video Don Muzakir itu, tidak ada yang janggal,” kata Wen Rimba Raya.(dan)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved