Ramadhan 1440 H

Melatih Kesabaran di Bulan Ramadhan

Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta

Melatih Kesabaran di Bulan Ramadhan
SERAMBINEWS.COM/Hand Over
Dr. Murni, M.Pd, Anggota Ikatan Sarjana Alumni Dayah Aceh (ISAD) Aceh 

Oleh Dr. Murni, M.Pd, Anggota Ikatan Sarjana Alumni Dayah Aceh (ISAD) Aceh

“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji`uun.”

Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. Al-Baqarah: 155-157).

Allah swt menerangkan bahwa setiap hamba pasti akan didatangkan suatu ujian atau cobaan dengan sedikit ketakutan, takut sakit, takut miskin, takut akan masa depan, takut bangkrut, takut kehilangan, dan lain sebagainya. Ketahuilah bahwa hidup adalah merupakan perpindahan dari satu cobaan kepada cobaan yang lain. Cobaan atau ujian tidak selalu identik dengan kesusahan, sakit, bangkrut, kemelaratan dan lain-lain yang tidak menyenangkan hati, tapi cobaan bisa juga berupa kemudahan, kesuksesan, harta berlimpah dan jabatan yang tinggi.

Cobaan dan ujian bisa menjadi musibah atau nikmat tergantung cara bagaimana seseorang menyikapi (menerima) kesusahan atau kemudahan. Hakikat musibah atau bencana adalah segala sesuatu (baik kesusahan maupun kemudahan) yang bisa menjauhkan manusia dari Allah swt. Sedangkan hakikat nikmat adalah segala sesuatu (baik kesusahan maupun kemudahan) yang bisa mendekatkan diri kepada Allah swt.

Jika diuji oleh Allah swt dengan kesusahan, menjadi semakin jauh dari Allah, maka kita telah gagal menghadapi ujian itu, sehingga menjadi sebuah musibah, seperti peribahasa: “sudah jatuh tertimpa tangga.” Sebaliknya jika diuji dengan kesusahan, semakin dekat kepada Allah maka kita telah sukses menghadapi ujian itu, sehingga menjadi nikmat dan anugerah.

Begitu juga, jika diuji dengan kemudahan, kesuksesan, harta melimpah, jabatan yang tinggi menjadikan semakin jauh dari Allah (membanggakan diri, sombong, takabbur, pelit), maka kita gagal menghadapi ujian dan kesuksesan yang diterima hakikatnya adalah musibah atau bencana.

Akan tetapi jika diuji dengan semua kemudahan kita semakin bersyukur, tawaddhu’, suka menolong orang lain, maka kita telah sukses menghadapi ujian itu, sehingga segala yang telah diterima menjadi nikmat dan anugerah yang luar biasa.

Keutamaan sabar
Puasa di bulan suci Ramadhan adalah sebagai momen terbaik untuk melatih hawa nafsu, melatih untuk bisa mengendalikan diri dan juga melatih kesabaran. Bagaimana tidak, di tengah-tengah puasa seseorang mudah terpancing emosi, namun harus tetap bersabar. Pada dasarnya manusia hidup tidak akan terlepas dari permasalahan serta cobaan.

Namun, sebagai mukmin yang sejati mengetahui bahwa hidup di dunia ini hanyalah sementara yang penuh dengan ujian dan cobaan yang datang silih berganti, sebagaimana sabda Rasulullah saw: “Sungguh mengagumkan urusan seorang mukmin. Sesungguhnya seluruh perkara adalah baik baginya. Dan tidaklah didapati seorang pun hal tersebut melainkan pada diri seorang mukmin. Jika dia merasakan kesenangan maka dia bersyukur. Dan itu lebih baik baginya. Jika kesusahan menerpanya maka dia bersabar. Dan itu lebih baik baginya.” (HR. Muslim)

Halaman
123
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved