Polri Akui Ada Satu Korban Tewas akibat Peluru Tajam dalam Kerusuhan Aksi 22 Mei

Polri menuturkan bahwa satu dari korban Aksi 22 Mei yang meninggal dunia teridentifikasi diduga terkena peluru tajam.

Polri Akui Ada Satu Korban Tewas akibat Peluru Tajam dalam Kerusuhan Aksi 22 Mei
Warta Kota/Gopis Simatupang
Farhan Safero (31), korban tewas dalam aksi unjuk rasa di depan Gedung Bawaslu RI, disemayamkan di Kampung Rawa Kalong RT03/07, Kelurahan Grogol, Kecamatan Limo, Kota Depok, Rabu (22/5/2019). Rencananya korban akan dimakamkan siang ini, tak jauh dari rumah duka. 

SERAMBINEWS.COM - Polri menuturkan bahwa satu dari korban Aksi 22 Mei yang meninggal dunia teridentifikasi diduga terkena peluru tajam.

"Satu di antaranya teridentifikasi terkena peluru tajam," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal (Pol) Dedi Prasetyo di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (23/5/2019).

Namun, hingga saat ini, proses autopsi masih dilakukan tim Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Polri untuk mengetahui penyebab kematian korban lainnya.

 
Dedi menuturkan, sebagian jenazah berada di Rumah Sakit Bhayangkara milik Polri dan di rumah sakit lainnya.

"Saat ini Pusdokkes masih semaksimal mungkin melakukan autopsi untuk mengetahui penyebab kematian dari para korban tersebut," ungkapnya.

Di sisi lain, ia mengatakan, aparat kepolisian masih mendalami asal dari peluru tersebut.

Apalagi, polisi sebelumnya telah mengamankan tiga senjata api yang disita setelah menangkap enam orang.

Hasil penyelidikan, senjata api itu akan digunakan dalam aksi unjuk rasa 22 Mei.

"Tentunya masih didalami lagi beberapa senjata-senjata apakah masih ada di luar atau tiga itu yang berhasil diamankan," ujar Dedi.

Selain itu, Kapolri dan Panglima TNI melarang personel pengamanan demonstrasi hasil rekapitulasi suara Pemilu 2019 menggunakan peluru tajam.

Halaman
123
Editor: faisal
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved