Saat Demo Kritisi Insiden di Jakarta, Mahasiswa Peusijuek Anggota DPRK Aceh Utara, Ini Alasannya

Ratusan mahasiswa dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Lhokseumawe - Aceh Utara dan sejumlah organisasi mahasiswa dati sejumlah kampus,

Saat Demo Kritisi Insiden di Jakarta, Mahasiswa Peusijuek Anggota DPRK Aceh Utara, Ini Alasannya
SERAMBINEWS.COM/SAIFUL BAHRI
Mahasiswa sedang mempeusijuek anggota DPRK Aceh Utara. 

Laporan Saiful Bahri | Lhokseumawe

SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE - Ratusan mahasiswa dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Lhokseumawe - Aceh Utara dan sejumlah organisasi mahasiswa dari sejumlah kampus, Kamis (24/5/2019) sekitar pukul 15.14WIB berdemo di depan gedung DPRK Aceh Utara.

Para pendemo memberi nama aksi mereka "Selamatkan Indonesia Jilid II".

Aksi ini dalam upaya mengkritisi berbagai insiden yang terjadi saat aksi berlangsung di Jakarta.

Mahasiswa sempat berorasi secara bergantian hingga akhirnya keluar sejumlah anggota DPRK Aceh Utara.

Saat itu, mahasiswa pun mengumumkan akan mempeusijuek (tepung tawar) anggota dewan.

Baca: Kritisi Insiden di Jakarta, Mahasiswa Demo DPRK Aceh Utara

Baca: Soal Korban Aksi 22 Mei, Wiranto: Tak Mungkin Aparat Membunuh Rakyat dalam Aksi Demo

Baca: Sisi Lain Demo 22 Mei, Dua Brimob Duduk Saling Sandarkan Punggung, Istirahat Sambil Video Call Anak

"Sudah adat kita orang Aceh untuk dipeusijuk. Mungkin anggota dewan kita orang baik-baik. Tapi setan-setan yang ada di gedung ini yang jahat. Makanya perlu kita peusijuk," teriak orator.

Selanjutnya dengan menggunakan seikat daun dan air putih, maka prosesi peusijuk dimulai yang diiringi selawat badar.

Usai dipeusijuek, maka orasi pun berlanjut, hingga azan untuk shalat ashar berkumandang. (*)

Penulis: Saiful Bahri
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved