Situasi Masih Terkendali

Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo menyatakan kondisi Jakarta sebagai ibu kota negara tetap aman

Situasi Masih Terkendali
KOMPAS/HERU SRI KUMORO
Presiden Joko Widodo didampingi Panglima TNI Hadi Tjahjanto dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung menyampaikan keterangan terkait situasi pasca-pengumuman hasil Pemilu 2019 di Istana Merdeka 

* Jokowi Serukan Rajut Persatuan

JAKARTA - Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo menyatakan kondisi Jakarta sebagai ibu kota negara tetap aman dan masih terkendali. Untuk itu, warga Jakarta dan luar Jakarta yang akan berkunjung ke ibu kota negara itu tidak perlu khawatir karena aparat kepolisian dan TNI terus mengawal agar Jakarta tetap aman terkendali.

Pernyataan itu disampaikan Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, dalam konferensi pers Rabu (22/9) sore menyikapi kerusuhan di sejumlah titik di Jakarta pasca-Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengumumkan hasil Pilpres 2019, Senin (21/5) dini hari, dengan hasil bahwa Jokowi-Ma’ruf unggul atas Prabowo-Sandiaga Uno.

Dalam jumpa pers tersebut, Jokowi didampingi Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal pol Tito Karnavian. Hadir pula Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Sekretaris Kabinet Pramono Anung dan Menteri Sekretaris Negara, Pratikno.

Sebagaimana diketahui, kerusuhan terjadi sejak Rabu (22/5) dini hari hingga Rabu pagi. Jokowi menggelar jumpa pers pada sore harinya. Sepanjang Rabu pagi hingga siang tadi, Jokowi beraktivitas di Istana Bogor.

Ia sempat menerima Komandan Kogasma Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono serta Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan.

Lalu, menjelang sore hari, Jokowi bergerak ke Istana Jakarta. Iring-iringan Jokowi mengambil jalan memutar dan ke luar di tol Ancol sehingga tak melewati kerusuhan di Jalan MH Thamrin dan sekitarnya.

Setelah sekitar 30 menit berada di Istana Merdeka, Jakarta, Jokowi pun langsung menyampaikan pernyataan sikapnya. Jokowi didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, dan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian.

Dalam keterangan persnya, Jokowi menyebut bahwa pemilu adalah satu event dari perjalanan negara Indoneisa yang masih panjang. “Dan sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan saya mempunyai kewajiban untuk menjaga stabilitas politk dan stabilitas keamanan,” kata Jokowi.

Ia ingatkan juga bahwa sudah disediakan mekanisme oleh konstitusi negara ini bahwa segala perselisihan atau sengketa pemilu, diselesaikan melalui Mahkamah Konstitusi (MK). “Dan saya menghargai Pak Prabowo-Sandi yang telah membawa sengketa pilpres itu ke MK. Saya juga meyakini bahwa hakim di MK akan memutuskan sesuai dengan fakta-fakta yang ada, berdasarkan fakta yang ada,” kata Jokowi.

Ia juga membuka diri kepada siapa pun untuk bersama-sama bekerja sama membangun dan memajukan negara ini. “Tetapi saya juga tidak memberikan toleransi kepada siapa pun juga yang akan menganggu keamanan yang akan menganggu proses demokrasi dan persatuan negara yang kita cintai ini, terutama perusuh-perusuh,” ujarnya.

Jokowi menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memberikan ruang untuk perusuh-perusuh yang akan merusak NKRI. “Tidak ada pilihan, TNI dan Polri akan menindak tegas sesuai dengan aturan hukum yang berlaku. Situasi masih terkendali. Masyarakat tidak perlu khawatir. Dan saya ajak mari kita rajut kembali persatuan kita, merajut kembali persaudaraan, dan kerukunan kita, karena Indonesia adalah rumah kita bersama,” ujar Jokowi.

Ia juga meminta masyarakat untuk kembali bersatu pasca-KPU mengumumkan hasil pilpres. Apalagi di momen bulan Ramadhan seperti saat ini. „Ini adalah bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah, bulan yang penuh ampunan, penuh kasih sayang untuk kita semua saling menghormati, saling menghargai. Dan kewajiban kita juga sebagai umat Islam untuk memperbanyak amal saleh, berbuat baik,“ kata Jokowi. (Kompas.com/dik)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved