Wacana Agar Hotel, Restoran dan Kafe Wajib Gunakan Bahan Bakar LNG di Lhokseumawe Mencuat

Wacana agar hotel, restoran dan kafe-kafe Lhokseumawe untuk menggantikan bahan bakar dari elpiji ke LNG mulai mencuat.

Wacana Agar Hotel, Restoran dan Kafe Wajib Gunakan Bahan Bakar LNG di Lhokseumawe Mencuat
Eks kilang Arun NGL Co, salah satu landskap Kawasan Ekonomi Khusus Arun Lhokseumawe 

Laporan Saiful Bahri | Lhokseumawe

SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE - Wacana agar hotel, restoran dan kafe-kafe Lhokseumawe untuk menggantikan bahan bakar dari elpiji ke LNG mulai mencuat.

Menyusul adanya pembicaraan antara PT Perta Arun Gas (PAG) dengan unsur pimpinan Pemerintah Kota Lhokseumawe.

Presiden Direktur PT PAG, Arif Widodo, menjelaskan, sekarang ini ada beberapa hotel di Bandung yang sudah menggunakan LNG sebagai bahan bakar menggantikan elpiji.

Ternyata sangat efektif, karena suhu panas yang timbul dari LNG lebih tinggi dari elpiji.

Sehingga proses memasak akan cepat dan hemat.

Memang diakuinya, harga LNG pastinya lebih tinggi dari elpiji. Itu dikarenakan elpiji adanya subsidi dari pemerintah.

"Sehingga bila hotel-hotel, restoran, dan juga kafe-kafe menggunakan bahan bakar LNG, tentunya elpiji yang mendapatkan subsidi dari pemerintah akan bisa digunakan oleh masyarakat yang lebih berhak," paparnya.

Baca: Pemerintah Aceh Bersinergi Kembangkan KEK Arun Lhokseumawe

Baca: Pemerintah Berencana Audit Efektivitas 12 Kawasan Ekonomi Khusus, Termasuk KEK Arun

Baca: Menunggu Geliat KEK Arun

Didasari pemikiran tersebut, maka Arif Widodo, mengaku sudah menawarkan kepada Pemko Lhokseumawe terkait pengalihan bahan bakar elpiji ke LNG di tempat-tempat usaha seperti hotel dan lainnya.

Serta pihaknya pun dipastikan siap untuk menyediakan LNG yang dibutuhkan.

Wakil Wali Kota Lhokseumawe, Yusuf Muhammad, mengakui sudah ada pembicaraan pihaknya dengan PAG terkait wacana pengalihan bahan bakar di tempat usaha besar dari elpiji ke LNG.

"Kita akan segera melakukan pembahasan lanjutan. Karena untuk bisa menjalankan rencana ini tentunya butuh aturan untuk mewajibkan pihak hotel dan usaha-usaha besar lainnya di Lhokseumawe untuk menggunakan bahan bakar LNG," demikian Yusuf Muhammad. (*)

Penulis: Saiful Bahri
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved