Badak Uken Gelap Gulita

Desa Badak Uken di Kecamatan Dabun Gelang, Kabupaten Gayo Lues (Galus) sudah hampir sepekan ini

Badak Uken Gelap Gulita
SERAMBI/IST
Jalan menuju Badak Uken di kecamatan Dabun Gelang, Galus patah dan amblas dan tidak dilewati kendaraan lagi bahkan warga juga terkurung 

* Aliran Listrik Terputus Sejak 4 Hari Lalu
* Akses Transportasi Darat Masih Terputus

BLANGKEJEREN - Desa Badak Uken di Kecamatan Dabun Gelang, Kabupaten Gayo Lues (Galus) sudah hampir sepekan ini dalam kondisi gelap gulita. Pasokan arus ke desa tersebut terputus seiring terputusnya arus transportasi akibat amblasnya badan jalan menuju ke desa tersebut.

“Sudah empat hari listrik padam total, sejak longsornya badan jalan ke desa kami. Saat ini, untuk penerangan masyarakat terpaksa menggunakan lampu teplok,” ungkap tokoh pemuda Badak Uken, Ifran, kepada Serambi, Kamis (23/5).

Kondisi desa saat ini dikatakan Irfan nyaris gelap gulita. Tidak ada satu sumber penerangan pun kecuali dari cahaya-cahaya lampu teplok rumah penduduk, mushalla dan masjid-masjid. Akibatnya, masyarakat setempat merasa semakin terisolir, di tengah akses transportasi ke desa mereka yang masih terputus hingga kemarin.

“Desa kami masih terkurung karena longsor. Belum ada kendaraan yang bisa keluar masuk, ditambah lagi aliran listrik yang terputus membuat desa kami menjadi gelap gulita,” keluh Ifran.

Untuk diketahui, sejak amblasnya jalan ke desa tersebut 18 Mei lalu, hingga sekarang arus transportasi masih terputus. Badan jalan yang amblas hingga mencapai dua meter lebih menyebabkan tidak ada satu kendaraan pun yang bisa melintas.

Masyarakat setempat telah mencoba mengakses jalan alternatif. Tetapi menurut Irfan, jalan alternatif tersebut hanya berupa jalan setapak, dan hanya bisa dilalui sepeda motor jenis tertentu mengingat medannya yang berat. “Medannya sangat curam dan licin. Tanjakannya juga sangat tinggi sehingga sangat sulit dilintasi,” sebut Ifran didampingi sejumlah warga lainnya.

Jika ini terus berlanjut, ia khawatir hal ini bisa berdampak ke masyarakat, terutama dalam hal pemenuhan kebutuhan bahan pokok, mengingat sudah lima hari akses transportasi ke desa tersebut terputus. “Kita berharap pemerintah bisa secepatnya memperbaiki jalan yang amblas itu sehingga desa kami tidak lagi terisolir,” harapnya.

Seperti diketahui, badan jalan menuju ke Desa Badak Uken (Blangtemung) Kecamatan Dabun Gelang, Gayo Lues (Galus), mengalami amblas dan patah hingga mencapai dua meter lebih. Peristiwa tersebut terjadi Minggu (19/5). Diduga hal ini imbas dari hujan lebat yang mengguyur kawasan tersebut sepanjang Sabtu (18/5) malam. Akibatnya, akses transportasi ke desa tersebut mengalami putus total, karena tidak ada kendaraan yang bisa melintas.

Warga yang memaksa diri bepergian, terpaksa harus melalui jalan amblas tersebut dengan berjalan kaki. “Jalan itu tak bisa dilintasi kendaraan karena amblasnya cukup dalam. Badan jalan juga ada yang patah berkeping-keping,” ungkap tokoh masyarakat Desa Badak Uken, Sahudin, kepada Serambi, Minggu (19/5).

Pemkab Gayo Lues (Galus) melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) saat ini telah mengerahkan satu unit alat berat ke lokasi jalan yang amblas. Hingga kemarin perbaikan jalan masih terus dilakukan.

“Longsor menuju desa Badak Uken telah ditangani oleh BPBD Galus,” kata Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga di Dinas PU Galus, Muslim, kepada Serambi, Kamis (23/5).

Meski sedang dalam tahap perbaikan,diakuinya, arus transportasi dari dan ke desa tersebut masih terputus. Belum ada kendaraan yang bisa melintasi jalan tersebut mengingat tingkat keparahan kerusakan yang terjadi.(c40)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved