Jaksa Kembalikan Dua Berkas

Jaksa peneliti berkas Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Utara, Kamis (23/5) mengembalikan dua berkas (P-19)

Jaksa Kembalikan Dua Berkas
EDI WINARTO, Kajari Aceh Utara

* Kasus Tindak Pidana Pemilu

LHOKSUKON – Jaksa peneliti berkas Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Utara, Kamis (23/5) mengembalikan dua berkas (P-19) perkara tindak pidana pemilu yang terjadi di Desa Matang Ulim, Kecamatan Baktiya ke Polres Aceh Utara. Karena, masa penanganan kasus yang melibatkan tujuh tersangka itu sudah berakhir.

Berkas pertama dengan tersangka MK (37), asal Desa Matang Ulim menjabat sebagai Ketua Panitia Pemungutan Suara (PPS). Sedangkan berkas kedua dengan tersangka enam orang saksi dari partai nasional dan lokal. Mereka terdiri dari MR (20), AM (21) ZA (39), dan MN (34) dan MS (19, warga Desa Matang Ulim. Sedangkan satu lagi, IA (24), pemuda Desa Pucok Alue Kecamatan Baktiya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, enam saksi terlibat pencoblosan lebih dari satu kali di TPS 97 Desa Matang Ulim pada saat pemilihan, Rabu (17/4). Mereka bisa melakukan pencoblosan lebih dari satu kali, karena mendapat suara dari Ketua PPS di lokasi tersebut. Kejadian itu, kemudian menjadi temuan Panwascam Baktiya.

Informasi yang diperoleh Serambi, berkas dengan tersangka MK diterima jaksa peneliti berkas pada Rabu (15/5). Sedangkan berkas kedua dengan tersangka enam orang saksi partai politik baru diterima jaksa pada Senin (20/5). Saat itu, jaksa mengaku memiliki waktu selama tujuh hari kalender untuk meneliti berkas kasus tersebut.

“Berkas pertama dengan tersangka enam orang dari saksi partai politik. Mereka melanggar Pasal 516 Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 Tentang Pemilu. Sedangkan Ketua PPS, selain melanggar undang-undang pemilu juga dijerat dengan Pasal 56 Ayat (2) KUHPIdana,” ungkap Kajari Aceh Utara, Edi Winarto melalui Kasi Pidana Umum, Yudi Permana SH kepada Serambi kemarin.

Namun, berkas tersebut, kata Kasi Pidum, sudah dinyatakan P19 oleh jaksa peneliti berkas. Karena, masa penanganan kasus pemilu tersebut sudah berakhir. “Jadi, berkasnya sudah kita P-19 kan disertai dengan petunjuk. Di mana petunjuknya yaitu sudah melewati batas penanganannya,” ujar Yudi Permana.

Sementara Ketua Pengadilan Negeri (PN) Lhoksukon melalui Humas, Bob Rosman SH kepada Serambi menyebutkan, sampai sekarang belum ada satu perkara kasus pemilu yang masuk ke pengadilan, tapi pihaknya mendapat informasi dari jaksa akan ada berkas yang akan masuk ke pengadilan. “Dengar informasi dari teman-teman jaksa akan ada berkas pemilu yang akan masuk,” sebut Bob Rosman.

Sementara Kapolres Aceh Utara, AKBP Ian Rizkian Milyardin melalui Kasat Reskrim, Iptu Rezk Kholiddiansyah yang dihubungi Serambi secara terpisah menyebutkan, penyidik sudah melimpahkan berkas tersebut ke jaksa beberapa hari lalu. Namun, sampai sekarang jaksa belum mengembalikan berkas tersebut dan juga belum menyatakan lengkap.

“Karena itu, kita masih menunggu informasi dari jaksa. Kalau dikembalikan kita lengkapi sesuai petunjuk. Tapi kalau dinyatakan lengkap segera kita lakukan pelimpahan tahap kedua (pelimpahan tersangka),” jelas Kasat Reskrim.(jaf)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved