Mahasiswa UIN Ar-Raniry KPM di Jalin, Gelar Berbagai Lomba Tradisional Termasuk Kukur Kelapa

Setiap peserta membawa alat kukur kelapa dari rumahnya untuk berkompetisi di halaman meunasah setempat

Mahasiswa UIN Ar-Raniry KPM di Jalin, Gelar Berbagai Lomba Tradisional Termasuk Kukur Kelapa
FOR SERAMBINEWS.COM
Ibu-ibu mengikuti lomba kukur kelapa di Jalin, Jantho, Aceh Besar, Rabu (22/5/2019) 

Mahasiswa UIN Ar-Raniry KPM di Jalin, Gelar Berbagai Lomba Tradisional Termasuk Kukur Kelapa

Laporan Eddy Fitriady | Aceh Besar 

SERAMBINEWS.COM, JANTHO – Sejumlah mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry menggelar Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) di Gampong Jalin, Jantho, Aceh Besar, 15 April sampai 30 Mei 2019. 

Pengabdian tersebut diisi dengan berbagai kegiatan unggulan, satu di antaranya ‘Festival Jalin Ramadhan’, yakni perlombaan tradisional khas Aceh yang kini mulai dilupakan.

Lomba kukur kelapa (krut u) menggunakan alat kukur kelapa (geulungku) menjadi lomba yang cukup menyedot perhatian.

Baca: Syahrizal Jabat Wakil Rektor Non-Akademik ISBI Aceh

Masyarakat terutama ibu-ibu terlihat sangat bersemangat mengikuti ajang tersebut. 

Setiap peserta membawa alat kukur kelapa dari rumahnya untuk berkompetisi di halaman meunasah setempat, lokasi perlombaan.

Hal itu diungkapkan peserta KPM UIN Ar-Raniry tahun 2019 di Gampong Jalin, Mirza Rahmatillah kepada Serambinews.com, Kamis (23/5/2019). 

Mirza yang juga panitia lomba mengatakan, geulungku yang merupakan alat kukur kelapa tradisional kini mulai ditinggalkan.

Bahkan tak sedikit anak muda zaman sekarang yang tidak mengetahui cara pakai alat tersebut.

“Di Gampong Jalin, alat ini masih banyak digunakan ibu-ibu. Kegiatan ini adalah upaya kita dalam menjaga barang-barang tradisional, meskipun banyak alat lainnya yang lebih canggih,” ujar Mirza. 

Baca: Unsyiah Gandeng KPK Terapkan Kuliah Antikorupsi

Menurutnya, geulungku merupakan alat parut manual yang unik, karena tetap bisa digunakan meskipun tidak ada listrik.

Selepas perlombaan krut u tersebut, lanjut Mirza, pihaknya juga mengadakan lomba bola api bagi para pria. 

“Sebelumnya masyarakat Jalin belum pernah sama sekali bermain bola api. Jadi kegiatan ini sangat menarik perhatian mereka,” ujar mahasiswa Jurusan Hukum Tata Negara Fakultas Syariah dan Hukum itu.(*)

Penulis: Eddy Fitriadi
Editor: Hadi Al Sumaterani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved