Menonton Film Aksi yang Lebih Hebat dari 'John Wick'

Sebagai warga negara Indonesia, kita bangga dan sangat ingin menonton 'John Wick 3' yang mulai rilis pada tanggal 15 Mei 2019 kemarin.

Menonton Film Aksi yang Lebih Hebat dari 'John Wick'
Wakaliwood
Nabwana menulis, menyutradarai, dan memproduksi sendiri filmnya. Dia menyebut film-filmnya dengan nama Wakaliwood, sebuah penggabungan antara kata Hollywood dan Wakalinga (kota asal Nabwana).

Ketika Uganda pertama kali mulai mendapatkan film dari Barat, mereka biasanya menunjukkan seorang storyteller lokal yang menjelaskan kisah tersebut untuk mengakomodasi kekurangan subtitle. VJ track membuat film Bad Black menjadi lebih terhibur.

Dalam film ini, yang bertindak sebagai VJ track adalah VJ Emmie atau terkenal dengan sebutan "Tongue Fu" yang sangat membantu untuk menjelaskan budaya lokal Wakalinga, Uganda.

Baca: Anak Yatim di Meureubo Aceh Barat Dapat THR dari Badan Penyantun Anak Yatim

Serius atau tidak, rangkaian film Wakaliwood ini adalah kerja nyata dari seorang pecinta sinema. Nabwana jelas adalah seorang penggemar film aksi era 80-an. Itu tampak dari caranya menamai salah satu karakter dalam film, Swazz yang merupakan nama panggilan dari Schwarzenegger.

'Bad Black' mengingatkan kita bahwa tidak perlu kamera definisi tinggi atau efek komputer untuk membuat film aksi yang hebat.

Film-film produksi Wakaliwood memang tidak bisa disejajarkan dengan film-film aksi Hollywood, bahkan dia memiliki posisi sendiri di atas film-film Holywood.

Definisi film hebat pun tidak mengacu pada film Hollywood. Film hebat versi Hollywood adalah definisi yang dibentuk dengan sangat banyak faktor diluar sinema itu sendiri.

Baca: Unsyiah-China University of Geosciences Wuhan Teken MoU Pertukaran Pelajar dan Penyediaan Beasiswa

Masa depan film aksi ada pada Wakaliwood. Sinema terus merata ke seluruh bagian dunia. Kritikus dan penikmat film dunia mulai mencari sesuatu yang unik dari perkembangan sinema. Cara-cara baru dalam bercerita justru muncul dari film-film dunia ketiga.

Film arus utama seperti Hollywood mulai berhenti mengeksplorasi gaya baru sinema. Tidak ada hal baru dalam kultur sinema mereka, secara umum hanya mengulang hal-hal yang sama setiap tahun dengan sentuhan visual effect yang memukau penonton dari dunia ketiga sebagai escapism mereka.

Baca: Tiga Film Asghar Farhadi Untuk Ditonton dalam Bulan Ramadhan

Untuk menjadi hebat, film tidak harus mengikuti apa yang dikerjakan Hollywood. Nabwana telah mengerjakan hal yang justru melawan arah sinema Hollywood.

Film-filmnya tidak hanya menyindir blockbuster Hollywood, tetapi juga mengalahkan film komedi Amerika yang diproduksi lima tahun belakangan ini dalam hal menghibur. Semoga VJ Emmie bisa terus mengisi VJ track di semua film hingga akhir masa.

(Akbar Rafsanjani, Programmer Aceh Film Festival)

''Film Minggu Ini'' merupakan kolom ulasan film — termasuk film pendek, fiksi, hingga dokumenter. Penulis dapat berbagi opini serta penilaian tidak hanya soal konten namun juga konteks film yang bisa menjadi rekomendasi tontonan sekaligus bacaan bagi pembaca. Tulisan sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. 

Editor: Fatimah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved