Alat Berat Disiagakan di Titik Rawan Longsor

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh bersama Balai Pelaksana Jalan Nasional Wilayah I Aceh

Alat Berat Disiagakan di Titik Rawan Longsor
Jalur transportasi ke wilayah barat-selatan Aceh masih rawan longsor terutama pada musim hujan. SERAMBI/M ANSHAR 

BANDA ACEH - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh bersama Balai Pelaksana Jalan Nasional Wilayah I Aceh, menyiagakan petugas dan alat berat di titik rawan longsor dan banjir di seluruh Aceh. Kegiatan yang dilaksanakan pada 29 Mei-13 Juni 2019 tersebut dalam rangka menjaga kelancaran arus mudik dan arus balik Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriah.

„Petugas kita tempatkan di posko bersama penanganan arus mudik dan arus balik yang dibuka Ditlantas Polda Aceh bersama Dishub Aceh dan intansi terkait lain pada sejumlah titik yang sudah disepakati di jalan nasional dan provinsi,“ kata Kadis PUPR Aceh, Ir Fajri, kepada Serambi, di Banda Aceh, kemarin.

Penempatan petugas tersebut, menurutnya, dimaksudkan jika terjadi longsor atau banjir, mereka bisa segera melapor ke posko atau tempat siaga alat berat di kabupaten/kota milik Dinas PUPR Aceh, milik BPJN I Aceh, atau Dinas PUPR kabupaten/kota. Setelah menerima laporan, lanjut Fajri, petugas di posko siaga alat berat harus segera menggerakan alat berat yang dibutuhkan ke lokasi bencana. Sehingga arus lalu lintas bisa lancar kembali.

Dalam pengamanan arus mudik dan balik Lebaran tahun-tahun sebelumnya, kata Fajri, beberapa kabupaten/kota meminta Dinas PUPR Aceh untuk menempatkan alat berat bersama operatornya pada posko pengamanan Lebaran yang dibuka di kabupaten/kota tersebut. „Untuk tahun ini, kami juga siap menempatkan alat berat dan operatornya pada posko-posko induk pengamanan Lebaran yang dibuka di kabupaten/kota,“ ungkapnya.

Dikatakan, lintas yang menjadi tanggung jawab utama Dinas PUPR Aceh adalah jalan provinsi. Misalnya Jalan Simpang Krueng Geukueh-batas Aceh Utara dan Bener Meriah. Pada ruas ini ada tiga titik rawan longsor yaitu Km 41, 43, dan Km 48. Jalan Simpang Kebayakan-Bintang, juga ada tiga titik rawan longsor yaitu Km 2,5, Km 4,6, dan Km 48,8. Jalan Bintang-Simpang KKA juga ada tiga titik rawan longsor yaitu Km 5,3, Km 15,8, dan Km 31.

Di dua ruas tersebut, sudah ada 16 titik rawan longsor. Di badan jalan yang longsor, sudah diberi tanda lalu lintas tanda berhati-hati. Tujuannya, agar pemudik yang melintasi ruas jalan itu lebih berhati-hati lagi.

Selanjutnya, pada jalan Takengon-Bintang ada 12 titik rawan longsor yaitu Km 4, Km 5,9, Km 6,1, Km 13, Km 13,3, Km 13,3, Km 15,5, Km 16,2, Km 16,5, Km 18, dan Km 21,6. Jalan Isaq Jagong Jeget-Simpang Gelalungi, ada tiga titik longsor yaitu Km 50,4, Km 52,6, dan Km 55,9.

Berikutnya Jalan Peureulak-Lokop-Blangkejeren, ada 6 titik rawan longsor yaitu Km 36,8, Km 45,7, Km 55,1, Km 55,5, Km 76,4, dan Km 117,3. Lalu, Jalan Blangkejeren-Tongra-Babahrot, juga ada enam titik rawan longsor yaitu Km 38,2, Km 39, Km 86,1, Km 87,7, Km 91,6, dan Km 93,1.

Sementara di Jalan Gempang-Tutut-Meulaboh, ada satu titik rawan longsor yaitu Km 28, Jalan Kuala Tuha-Lamie ada dua titik rawan longsor yaitu Km 20 dan Km 42. Sedangkan jalan provinsi di Kepulauan Simeulue yang rawan longsor adalah jalan Sinabang-Sibigo terdapat tujuh lokasi yaitu Km 37, Km 39,1, Km 40, Km 41,2, Km 42,6, Km 43,3, dan Km 100.

Sedangkan di jalan nasional, ada 18 titik rawan longsor. Jumlah itu terdiri atas wilayah tengah satu titik, wilayah barat 11 titik, jalan penghubung 8 titik, dan jalan nonlintas kepulauan Sabang tiga titik. Adapun lokasi rawan banjir, di lintas timur ada 2 titik, tengah 1 titik, barat 14 titik, jalan penghubung 2 titik, dan nonlintas di Sabang ada 2 titik.

Wakil Ketua I DPRA, Sulaiman Abda, mengatakan, yang perlu menjadi perhatian petugas posko pengamanan mudik dan balik Lebaran Idul Fitri tahun ini adalah kesiapan operator dan alat berat yang disiagakan harus dalam kondisi baik. „Siagakan alat berat dekat dengan titik rawan longsor. Sehingga jika diperlukan tidak butuh waktu lama untuk menggerakkan alat berat tersebut. Sehingga arus lalu lintas yang macet akibat longsor atau banjir bisa normal kembali dalam waktu yang tidak terlalu lama,“ ujarnya.(her)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved