DPRA Minta Kantor TNGL Pindah ke Aceh

Anggota DPRA mendesak Pemerintah Aceh agar meminta kepada Pemerintah Pusat agar Kantor Taman Nasional Gunung Leuser

DPRA Minta Kantor TNGL Pindah ke Aceh
IST
BUHARI SELIAN, Anggota DPRA

* Disampaikan Saat Pengusulan Raqan Inisiatif Dewan

BANDA ACEH - Anggota DPRA mendesak Pemerintah Aceh agar meminta kepada Pemerintah Pusat agar Kantor Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) yang saat ini berada di Sumatera Utara (Sumut) dipindahkan ke Aceh.

Desakan itu disampaikan anggota DPRA, Buhari Selian, seusai penyampaian Rancangan Qanun (Raqan) Aceh tentang Perlindungan Satwa dan Raqan Aceh tentang Perubahan Kedua atas Qanun Aceh Nomor 8 Tahun 2012 tentang Lembaga Wali Nanggroe di Gedung DPRA, Jumat (24/5).

“Kantor Taman Nasional Gunung Leuser berada di Sumatera Utara. Sedangkan taman Gunung Leuser 92 persen berada di Aceh. Ini sangat merugikan Aceh. Dari segi tenaga kerja sudah tentu diambil dari Sumatera Utara,” kata Buhari Selian kepada pimpinan sidang, Sulaiman Abda.

Dia meminta Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, untuk mengusulkan pemindahan Kantor TNGL dari Sumut ke Aceh ke pemerintah pusat. Dia mengatakan, pihaknya sudah beberapa kali menyampaikan usulan itu kepada pemerintah Aceh tapi tidak direspons.

Selama ini, lanjutnya, Orangutan Sumatera yang ditemukan di Aceh dibawa ke Bahorok, Kabupaten Langkat, Sumut untuk kemudian dilepasliarkan di ekowisata Bukit Lawang. Banyak turis mancanegara yang datang ke sana untuk melihat orangutan Sumatera.

“Bule-bule mancanegara yang ingin melihat Orangutan datang ke Bahorok, bukan ke Aceh. Banyak orang luar membuat riset mengenai Orangutan tidak lagi di Aceh. Karena itu, tolong Kantor TNGL ini dikembalikan ke Aceh. Kami sudah beberapa kali mengusulkan tapi tidak berhasil,” katanya.

Mengutip Wikipedia, TNGL merupakan salah satu Kawasan Pelestarian Alam di Indonesia seluas 1.094.692 hektare yang secara administrasi pemerintahan terletak di Provinsi Aceh dan Sumut. Di Aceh meliputi Subulussalam, Aceh Selatan, Aceh Singkil, Aceh Tengah, Aceh Tenggara, Gayo Lues, Bener Meriah, Aceh Tamiang. Sedangkan di Provinsi Sumut meliputi Kabupaten Dairi, Karo, dan Langkat.

Diperkirakan ada sekitar 89 spesies langka dan dilindungi berada di TNGL di antaranya, Orangutan Sumatera (Pongo pygmaeus abelii), Badak Sumatera (Dicerorhinus sumatrensis), Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae), Gajah Sumatera (Elephas maximus), Beruang Madu (Helarctos malayanus), Rangkong papan (Buceros bicornis), Ajang (Cuon alpinus), dan Siamang (Hylobates syndactylus).

Selain itu, di TNGL juga terdapat sekitar 325 jenis burung, fauna reptilia dan amphibia yang didominasi ular berbisa dan buaya (Crocodillus sp), serta berbagai jenis ikan di antaranya ikan jurung (Tor sp), ikan endemik Sungai Alas yang bisa mencapai panjang 1 meter dan kupu-kupu.

Halaman
123
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved