Polres Pidie Amankan Truk Pengangkut 4 Ton Lebih Bawang Ilegal, Dibawa dari Pelabuhan di Bireuen

Satreskrim Polres Pidie menangkap truk Colt Diesel BL 8224 AV yang mengangkut bawang ilegal berjumlah 4 ton lebih.

Polres Pidie Amankan Truk Pengangkut 4 Ton Lebih Bawang Ilegal, Dibawa dari Pelabuhan di Bireuen
SERAMBINEWS.COM/MUHAMMAD NAZAR
Satreskrim Polres Pidie memperlihatkan tersangka penyelundup bawang ilegal, AR dan AW, bersama truk dan bawang ilegal berjumlah 400 karung di Mapolres Pidie, Sabtu (25/5/2019). 

Polres Pidie Amankan Truk Pengangkut 4 Ton Lebih Bawang Ilegal, Dibawa dari Pelabuhan di Bireuen

Laporan Muhammad Nazar | Pidie

SERAMBINEWS.COM, SIGLI - Satreskrim Polres Pidie menangkap truk Colt Diesel BL 8224 AV yang mengangkut bawang ilegal berjumlah 4 ton lebih.

Truk tersebut ditangkap di ruas jalan pasar Beureunuen, Kecamatan Mutiara, Jumat (25/5/2019) sekitar pukul 09.30 WIB.

Polisi mengamankan dua pelaku masing-masing AR (46) pemilik warga Gampong Mesjid Jeurat Manyang, Kecamatan Mutiara Timur, Pidie.

Polisi juga menangkap AW (36) sopir truk warga Gampong Sagoe Teumpeun, kecamatan yang sama.

"Saat kita tangkap pemilik bawang hanya memiliki dokumen palsu," kata Kasat Reskrim Polres Pidie, AKP Mahliadi ST MT kepada Serambinews.com, Sabtu (25/5/2019).

Baca: Ramadhan 1440 H Memasuki 10 Hari Terakhir, Adakah Tuntunan Melaksanakan Shalat Lailatul Qadar?

Baca: Dari Opor Ayam hingga Semur Daging, Ini Resep Aneka Makanan Khas Lebaran Terbaru 2019

Baca: Demi Selamatkan Bumi, 7 Negara Ini Lakukan Berbagai Perubahan, Bagaimana Dengan Indonesia?

Ia menjelaskan, bawang merah ilegal berjumlah 400 karung itu diambil dari pelabuhan Kuala Ceurape, Kutablang, Bireuen. Setiap karung berisi sekitar 9 kilogram.

Bawang tersebut direncanakan hendak dijual di Pidie, khususnya di pasar Beureunuen.

"Pengakuan pelaku sudah dua kali memasok bawang ilegal ke Pidie," ujarnya.

Ia menambahkan, perbuatan kedua pelaku yang menjual bawang ilegal melanggar pasal 31 ayat (1) UURI Nomor 16 Tahun 1992 tentang karantina hewan, ikan dan tumbuhan.

Juga pasal 106 Juntho pasal 109 juntho pasal 110 UURI Nomor 7 tahun 2004 tentang perdagangan Juntho Pasal 263 ayat (1) Juntho pasal 55 ayat (1) ke-1.

Dengan ancaman hukuman maksimal enam tahun penjara dan minimal dua tahun penjara.(*)

Penulis: Muhammad Nazar
Editor: Safriadi Syahbuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved