Warga Segel Kantor Keuchik Suak Raya

Sekitar 20 warga Desa Suak Raya, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat pada Kamis (23/5) malam

Warga Segel Kantor Keuchik Suak Raya
IST
WARGA menyegel kantor keuchik Suak Raya, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat saat melancarkan aksi protes terkait dugaan penyimpangan pengelolaan dana desa pada Kamis (23/5) malam. 

* Protes Pengelolaan Dana Desa

MEULABOH - Sekitar 20 warga Desa Suak Raya, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat pada Kamis (23/5) malam sekira pukul 23.00 WIB, menyegel kantor keuchik setempat. Aksi protes yang berujung penyegelan usai shalat Tarawih tersebut terkait dugaan penyimpangan dana desa serta pengelolaan dana modal usaha yang dinilai tidak transparan.

Massa memasangkan sejumlah spanduk yang bertuliskan ‘usut dana desa’. Namun aksi penyegelan ini dihentikan pada Jumat (24/5) dinihari, setelah Muspika Johan Pahlawan yang terdiri dari camat, Danramil, dan Kapolsek turun ke desa tersebut.

Zaidan, salah seorang peserta aksi kepada Serambi, Jumat kemarin, menjelaskan, aksi penyegelan yang dilakukan pihaknya itu sebagai bentuk kekecewaan terhadap pengelolaan dana desa yang dinilai bermasalah, sejak tiga tahun terakhir. Sebab, tudingnya, ditemukan sejumlah kejanggalan dalam pengelolaan dana desa itu, sehingga harus diusut tuntas.

Kecuali itu, papar Zaidan, warga juga mempertanyakan terhadap realisasi dana desa yang diperuntukkan untuk modal usaha yang merupakan program Pemkab Aceh Barat dengan total anggaran mencapai Rp 125 juta. “Dari dana itu, ada sekitar Rp 115 juta yang patut dipertanyakan karena tidak kunjung direalisasikan sehingga menimbulkan pertanyaan warga. Jadi, kami meminta kasus dugaan penyimpangan dalam pengelolaan dana desa harus diusut tuntas pihak terkait,” tukasnya.

Ia menerangkan, terhadap persoalan dugaan penyimpangan dana desa itu sudah dilaporkan warga ke Polres Aceh Barat. Untuk itu, warga meminta, sejumlah kejanggalan dalam proyek pembangunan bersumber dari dana desa perlu diusut, seperti proyek irigasi desa, proyek lumbung padi, pembangunan rumah toko (ruko) BUMG, dan sejumlah proyek lainnya.

Pantauan Serambi, kantor keuchik Suak Raya yang sempat disegel warga pada Kamis malam, terlihat sudah kembali dibuka pada Jumat kemarin. Namun, aktivitas di kantor keuchik itu terlihat lengang, diduga lantaran karena hari Jumat.

Keuchik Suak Raya, Zainuddin yang ditanyai Serambi, kemarin, menerangkan, persoalan pengelolaan dana desa yang diprotes warga sudah diselesaikan. “Persoalan ini ditangani Muspika dengan harapan bisa segera tuntas. Untuk kantor keuchik, sudah dibuka kembali dan tidak ada persoalan lagi,” tandas Zainuddin.

Sementara itu, Kapolres Aceh Barat, AKBP Raden Bobby Aria Prakasa SIK melalui Kasat Reskrim, Iptu M Isral saat ditanyai wartawan, Jumat kemarin, mengungkapkan, pihaknya memang sedang melakukan penyelidikan terhadap kasus dugaan penyimpangan dana Desa Suak Raya yang dilaporkan warga ke Polres, sekitar tiga pekan lalu.

Disebutkannya, dalam kasus ini, ada sejumlah pihak yang sudah dimintai keterangan oleh penyidik, di antaranya pihak desa, BUMG, dan pelapor. “Jadi, kasus ini masih dalam tahap pemeriksaan,” ucapnya.(riz)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved