3,9 Ton Bawang Ilegal Ditangkap

Satreskrim Polres Pidie, Jumat (24/5) sekitar pukul 09.30 WIB, menangkap truk Colt Diesel BL 8224 AV yang mengangkut bawang

3,9 Ton Bawang Ilegal Ditangkap
SERAMBI/ M NAZAR
SAT Reskrim Polres Pidie memperlihatkan tersangka AR (46) dan AW (36), serta bawang ilegal 400 karung di Mapolres Pidie, Sabtu (25/4). 

SIGLI - Satreskrim Polres Pidie, Jumat (24/5) sekitar pukul 09.30 WIB, menangkap truk Colt Diesel BL 8224 AV yang mengangkut bawang Bombay ilegal seberat 3,9 ton atau 400 karung di Jalan Pasar Beureunuen, Kecamatan Mutiara, Pidie. Polisi juga mengamankan dua pelaku yaitu AR (46), warga Gampong Mesjid Jeurat Manyang, Kecamatan Mutiara Timur, Pidie, yang merupakan pemilik barang dan AW (36), warga Gampong Sagoe Teumpeun, kecamatan yang sama selaku sopir truk tersebut. Kedua pelaku bersama barang bukti kini sudah diamankan ke Mapolres Pidie.

Kapolres Pidie, AKBP Andy Nugraha Setiawan Siregar SIK, melalui Kasat Reskrim, AKP Mahliadi ST MT, kepada Serambi, Sabtu (25/5) menjelaskan, penangkapan truk pengangkut bawang ilegal diketahui Satgas Pangan dan Opsnal yang sedang memantau barang pada bulan Suci Ramadhan di Pasar Beureunuen. Saat itu, Satgas Pangan mencurigai satu truk colt diesel yang mengangkut barang dengan ditutupi kain.

Karena itu, Kata Kasat Reskrim, petugas langsung menghentikan truk tersebut yang di dalamnya ada dua orang. Belakangan diketahui, kedua lelaki itu adalah AR dan AW. “Saat kita periksa dokumen bawang impor tersebut, pemiliknya hanya mengantongi dokumen palsu,” ungkap AKP Mahliadi.

Hasil pemeriksaan, sebutnya, bawang merah ilegal itu sebanyak 400 karung atau sekitar 3,9 ton. Bawang tersebut diambil pelaku dari Kuala Ceurapee, Kecama Kuta Blang, Bireuen. Sesuai dokumen yang ada pada pemiliknya, tiap karung berisi bawang sekitar 9 kilogram. Menurutnya, bawang ilegal tersebut rencananya hendak dijual ke Pidie, khususnya di Pasar Beureunuen. “Pengakuan pelaku, dia sudah dua kali memasok bawang ilegal ke Pidie tanpa menggunakan dokumen yang sah0,” ujarnya.

Ditambahkan, perbuatan kedua pelaku menjual bawang ilegal melanggar Pasal 31 ayat (1) UU Nomor 16 Tahun 1992 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan. Mereka juga dibidik dengan Pasal 106 jo Pasal 109 jo Pasal 110 UU Nomor 7 tahun 2004 tentang Perdagangan jo Pasal 263 ayat (1) jo Pasal 55 ayat (1) ke-1, dengan ancaman hukuman maksimal enam tahun penjara dan minimal dua tahun penjara.

“Saat ini, semua bawang ilegal tersebut bersama truk cotl dan kedua dua pelaku sudah kita amankan ke Mapolres Pidie, guna diproses sesuai hukum,” jelasnya. Dikatakan, Satreskrim Polres Pidie juga akan menyurati ahli Badan Karantina Kelas Satu Pertanian Banda Aceh, Rabu (28/5) untuk meminta keterangan terhadap peredaran bawang bombay. Keterangan ahli tersebut akan dituangkan dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP).(naz)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved