Debu Erupsi Gunung Sinabung Selimuti Agara

Debu erupsi Gunung Sinabung di Tanah Karo Sumatera Utara (Sumut) mulai menyelimuti sebagian wilayah Aceh Tenggara

Debu Erupsi Gunung Sinabung Selimuti Agara
SERAMBI/ASNAWI
Debu vulkanik menempel di kaca dan kap mobil pikap di Lawe Loning Aman, Kecamatan Lawe Sigala-gala, Agara, Sabtu (25/5). 

KUTACANE - Debu erupsi Gunung Sinabung di Tanah Karo Sumatera Utara (Sumut) mulai menyelimuti sebagian wilayah Aceh Tenggara (Agara). Status Gunung Sinabung sendiri, meski turun dari level IV (Awas) menjadi level III (Siaga), tetapi hingga Sabtu (25/5) kemarin masih mengalami erupsi.

“Kaca mobil berbintik-bintik seperti hujan. Ternyata debu putih yang menempel di kaca mobil,” kata Ryan, salah seorang sopir mobil pikap trayek Kutacane-Lawe Pakam, kepada Serambi, Sabtu (25/5).

Ia khawatir, bila debu erupsi tersebut semakin pekat, masyarakat dapat terkena penyakit infeksi saluran pernafasan atau ISPA. Untuk itu ia berharap dinas kesehatan (dinkes) dapat segera membagi-bagikan masker kepada masyarakat Agara.

Dia mengatakan, awan di atas Agara kemarin terlihat gelap seperti hujan, tetapi debu vulkanik bertebaran dan menyelimuti sebahagian pemukiman penduduk.

Hal lain diutarakan Nasrun. Menurut dia, mereka mengira pada pagi kemarin turun hujan, ternyata yang turun adalah debu vulkanik yang terbawa angin mengingat jarak Agara dengan Gunung Sinabung di Tanah Karo hanya berkisar 80 kilometer.

“Jika dibawa angin, debu itu akan cepat menyebar. Saat ini saja, debu mulai menempel di kendaraan. Mata juga terasa perih,” ujar warga Lawe Sigala-gala, Dedi.

Gunung Sinabung dilaporkan mengalami kembali mengalami erupsi Sabtu (25/5) pukul 02:53 WIB. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan, erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 120 mm dan durasi ± 7 menit 6 detik. Terakhir, gunung api di Dataran Tinggi Karo, terdeteksi mengalami erupsi terakhir tanggal 12 Mei 2019.

PVMBG mengonfirmasi, teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tebal tinggi sekitar 200 meter dari puncak.namun tinggi kolom abu tidak teramati karena visual tertutup kabut. Dari Jumat (24/5) hingga Sabtu (25/5), visual Gunungapi terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-III.

Selain itu, seismograf juga mencatat 7 kali gempa hembusan,1 kali gempa tremor,10 kali gempa hybride, 1 kali gempa vulkanik dalam, 1 kali gempa tektonik lokal, 3 kali gempa tektonik jauh. Selain itu, tremor menerus dengan amplitudo 0.5 - 1 mm, dominan 0.5 mm.

Terhadap erupsi dan status Gunung Sinabung, PVMBG merekomendasikan masyarakat dan pengunjung/wisatawan agar tidak melakukan aktivitas pada desa-desa yang sudah direlokasi, serta lokasi di dalam radius 3 km dari puncak Gunung Sinabung, serta radius sektoral 5 km untuk sektor Selatan Timur, dan 4 km untuk sektor Utara-Timur.

Jika terjadi hujan abu, masyarakat dihimbau memakai masker bila keluar rumah, mengamankan sarana air bersih, dan membersihkan atap rumah dari abu vulkanik yang lebat agar tidak roboh. Masyarakat yang bermukim di sepanjang aliran sungai yang berhulu di Gunung Sinabung juga diminta mewaspadai potensi banjir lahar terutama pada saat terjadi hujan lebat.(as/**)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved