Dianggap tak Mampu Tuntaskan Rekapitulasi Pemilihan DPRK, KPU Perintah Ambil Alih KIP Aceh Besar

Bahkan, sebelumnya, tiga kali pleno yang digelar berujung ricuh, dimana massa membakar tenda dan memecahkan kaca gedung DPRK Aceh Besar.

Dianggap tak Mampu Tuntaskan Rekapitulasi Pemilihan DPRK, KPU Perintah Ambil Alih KIP Aceh Besar
SERAMBINEWS.COM/BUDI FATRIA
Massa masih bertahan di jalan depan Gedung DPRK Aceh Besar, menunggu rapat pleno KIP Aceh Besar. 

Laporan Subur Dani | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Proses rekapitulasi dan penghitungan suara untuk pemilihan calon anggota DPRK Aceh Besar hingga kini belum tuntas.

Rapat pleno yang sudah ke sekian kalinya dilakukan selalu berakhir dengan debat panjang bahkan ricuh.

Rapat pleno terakhir digelar pada Selasa (21/5/2019) di Kantor KIP Aceh Besar di Kota Jantho.

Namun, rapat pleno tersebut berakhir deadlock, tidak ada keputusan.

Ketua KIP Aceh, Samsul Bahri, dalam konferensi pers kepada awak media di Sekretariat KIP Aceh, Senin (15/4/2019)
Ketua KIP Aceh, Samsul Bahri, dalam konferensi pers kepada awak media di Sekretariat KIP Aceh, Senin (15/4/2019) (SERAMBINEWS.COM/SUBUR DANI)

Bahkan, sebelumnya, tiga kali pleno yang digelar berujung ricuh, dimana massa membakar tenda dan memecahkan kaca gedung DPRK Aceh Besar.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) sendiri sudah pernah mengultimatum KIP Aceh Besar untuk segera menyelesaikan rekapitulasi penghitungan suara pemilihan DPRK Aceh Besar selambat-lambatnya pada 17 Mei lalu atau lima hari sebelum KPU menuntaskan penghitungan suara secara nasional.

Namun, ultimatum KPU tersebut tak berarti, KIP Aceh Besar tetap tidak bisa menuntaskan pleno rekapitulasi penghitungan suara untuk DPRK Aceh Besar lantaran saksi dan massa partai politik lokal meminta KIP Aceh Besar melakukan penghitungan ulang.

Baca: Jadi Bukti Gugatan Prabowo-Sandi di MK, Ini Konteks SBY yang Singgung Oknum Intelijen

Baca: Prabowo-Sandi Berpeluang Balikkan Keadaan, Ini Sinyal Positif Pakar Hukum terkait Gugatan BPN ke MK

Baca: Pengurus Pusat Forum Dakwah Perbatasan Bagikan Zakat di Kepulauan Banyak Aceh Singkil

Seperti diketahui, Rapat Pleno KIP Aceh Besar memunculkan protes luar biasa dari para saksi sejumlah partai politik lokal.

Bahkan, karena kecewa terhadap KIP Aceh Besar, massa pendukung parpol sempat ricuh dalam setiap kali digelar rapat pleno. Massa meluapkan kemarahan dengan merobohkan dan membakar tenda, kursi, bahkan memecahkan kaca gedung DPRK setempat.

Halaman
12
Penulis: Subur Dani
Editor: Ansari Hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved