Dinsos Jaring 11 Pengemis

Petugas Dinas Sosial (Dinsos) Kota Banda Aceh, kembali mengamankan 11 pengemis di sejumlah titik

Dinsos Jaring 11 Pengemis
SERAMBINEWS.COM/FOR SERAMBINEWS.COM
Para pengemis yang terjaring petugas Dinas Sosial Kota Banda Aceh saat dibina di rumah singgah di Lamjabat, milik Dinsos Kota Banda Aceh, Sabtu (25/5/2019). 

* Dari Sejumlah Titik di Banda Aceh

BANDA ACEH - Petugas Dinas Sosial (Dinsos) Kota Banda Aceh, kembali mengamankan 11 pengemis di sejumlah titik di Kota Banda Aceh, mulai Jumat (24/5) sampai Sabtu (25/5) dini hari.

Para pengemis yang terjaring petugas itu pun bukan wajah baru, melainkan orang-orang lama yang dinilai sudah tidak ampuh lagi dengan imbauan Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh serta telah berulang kali digembleng di rumah singgah kawasan Lamjabat milik Dinsos Banda Aceh.

Kepala Dinas Sosial (Kadissos) Kota Banda Aceh, Drs Muzakir mengatakan, kesebelas pengemis itu terjaring di Jalan TP Polem, Peunayong, serta sejumlah titik lainnya di pusat keramaian Kota Banda Aceh. “Kami minta perhatian masyarakat untuk tidak memberikan sesuatu kepada pengemis. Karena, hal itu akan membuat mereka malas dan enggan bekerja untuk mencari penghidupan yang lebih layak,” kata Muzakir kepada Serambi, Sabtu (25/5).

Dia menjelaskan, dari 11 pengemis yang terjaring razia petugas, bermacam modus dilakoni. Mulai dari yang mencari sedekah dengan membawa-bawa nama anak yatim, biaya sekolah untuk anak-anaknya. Tapi, ketika diverifikasi satu pun ngak ada, kata Muzakir.

Belum lagi, pencari sumbangan yang mengatasnamakan untuk dayah dan pesantren. Ketika dicek melalui alamat pesantren serta mengkonfirmasi nomor-nomor pengurus pesantren yang dicatut para pengemis itu sama sekali tidak ada serta tidak ada perintah dari dayah atau pesantren untuk menggalang dana.

“Ini yang paling kita sesalkan. Karena, di samping nama dayah atau pesantren itu tercemari, tindakan yang dilakukan oleh para pengemis ini mutlak untuk mencari keuntungan sendiri,” ungkap Muzakir.

Menyikapi kondisi itu dan semakin hari para pengemis yang mengatasnamakan dayah dan pesantren itu bertambah banyak, Kadis Sosial Kota Banda Aceh meminta perhatian warga untuk tidak meladeni.

“Kalau pun itu benar ada dayah atau pesantren yang mengutus santri-santrinya untuk menggalang dana tetap tidak dibenarkan mencari dana di persimpangan-persimpangan dan rumah serta tempat-tempat usaha di Kota Banda Aceh,” kata Muzakir.

Karena khusus untuk dayah dan pesantren sudah ada prosedurnya dan ada lembaga yang ditunjuk mengurus hal tersebut, sebut Muzakir.

Sementara itu, Kabid Rehabiltasi Sosial Dinsos Kota Banda Aceh, TM Syukri menambahkan, beberapa hari lalu pihaknya juga menjaring delapan remaja yang baru beranjak dewasa menggalang dana untuk sebuah pesantren di Kabupaten Aceh Tengah. Terkait, benar atau tidaknya pesantren dimaksud meminta santri-santrinya menggalang dana, menurut Ampon Syukri tidak ditelusuri lebih detail. “Para santri ini tidak kami bawa ke rumah singgah. Tapi, hanya kami tegur untuk tidak mengulangi lagi perbuatannya. Karena, keberadaan mereka membahayakan jiwa mereka,” sebutnya.

Kalau kenyataan ada permintaan dari pesantren mereka untuk menggalang dana, maka hal tersebut dapat diketegorikan ke dalam eksploitasi anak. Karena rata-rata santri-santri tersebut masih di bawah umur.(mir)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved