Pasar Induk Cureh Tergenang

Pasar induk Cureh, Geulanggang Gampong, Kota Juang, Bireuen membuat ketidaknyamanan bagi masyarakat

Pasar Induk Cureh Tergenang
SERAMBI/YUSMANDIN IDRIS
PASAR Induk Cureh, Geulanggang Gampong, Kota Juang Bireuen digenangi air, Sabtu (25/5). Pedagang mengharapkan perhatian dinas terkait untuk mengatasi masalah tersebut. 

BIREUEN – Pasar induk Cureh, Geulanggang Gampong, Kota Juang, Bireuen membuat ketidaknyamanan bagi masyarakat dan pedagang yang berjualan di tempat itu. Karena, di sejumlah lokasi tergenang dan saluran dipenuhi sampah.

Titik yang terjadi genangan saat hujan deras yaitu di sebelah barat los pasar sayur atau berdekatan dengan lokasi parkir sepeda motor. Kemudian, areal sebelah timur tempat parkir kendaraan juga terlihat tergenang.

Sejumlah pedagang kepada Serambi mengatakan, setiap musim hujan kedua tempat dipastikan tergenang karena rendah, dan belum ada saluran pembuang. Sehingga, air hujan tidak mengalir ke saluran dan menjadi genangan. “Dinas terkait perlu menata kembali areal yang rendah dengan menimbun dan melakukan pengecoran. Sehingga saat hujan turun, air mengalir ke parit,” kata pedagang.

Selain genangan, saluran pembuang di seputaran pasar mulai dari dekat rumah potong ayam depan Poskeswan juga dipenuhi dengan sampah. Padahak, iuran sampah tetap dikutip. “Ini masalah utama dan perlu ditata kembali, sehingga air mengalir lancar dan tidak menjadikan saluran sebagai tempat sampah,” lapor sejumlah pedagang.

Kepala Dinas Penanaman Modal, Perdagangan, Koperasi dan UKM Bireuen, Ir Alie Basyah menyebutkan, persoalan tergenangnya sejumlah lokasi karena saluran dipenuhi sampah. Selain itu, pada lokasi tertentu belum ada saluran pembuang. “Belum ada saluran di bagian tengah menjadikan areal tergenang. Saluran di seputaran pasar juga dipenuhi sampah yang dibiarkan begitu saja,” ujarnya.

Mencegah genangan tersebut, kata Alie Basyah, pihaknya akan berkoordinasi dengan dinas terkait lainnya yang menangani sampah, dan menata kembali areal kosong. “Memang ada beberapa tempat perlu ditimbun kembali guna mencegah genangan,” ujarnya.(yus)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved