6 FAKTA Pembakaran Mapolsek Tambelangan, Aktor Intelektual Rakit 30 Bom Molotov

Sebanyak lima orang telah ditetapkan Polda Jatim sebagai tersangka kasus pembakaran Markas Polsek Tambelangan, Kabupaten Sampang, Madura.

6 FAKTA Pembakaran Mapolsek Tambelangan, Aktor Intelektual Rakit 30 Bom Molotov
Kolase Tribunmadura.com
Polsek Tambelangan Sampang Madura yang dibakar dan pelaku pembakaran Polsek Tambelangan saat di Polda Jatim. 

SERAMBINEWS.COM, SURABAYA - Sebanyak lima orang telah ditetapkan Polda Jatim sebagai tersangka kasus pembakaran Markas Polsek Tambelangan, Kabupaten Sampang, Madura.

Mereka adalah lima pelaku pembakaran Polsek Tambelangan dari enam orang yang telah diamankan polisi, setelah Polsek Tambelangan, Sampang, Madura dibakar, pada Rabu (22/5/2019) malam, bersamaan dengan aksi 22 Mei 2019 di Jakarta, yang berakhir rusuh.

Kapolda Jatim, Irjen Pol Luki Hermawan mengatakan, lima pelaku pembakaran Polsek Tambelangan masing-masing bernama, Abdul Kodir Al Hadad (AKA), Hadi (H), Supandi (S), Hasan (HA), dan Ali (A).

"Sampai tadi malam kami amankan 6 orang. Dari mereka 5 orang kami pastikan untuk penulisan surat penahanan dan 1 orang masih kami dalami lagi," ujar Luki Hermawan, Senin (27/5/2019).

Dari para pelaku pembakaran Polsek Tambelangan, polisi berhasil mengungkap sejumlah fakta.

Berikut enam fakta penting pembakaran Polsek Tambelangan, Sampang, Madura, yang diungkap Polda Jatim:

1. Aktor Intelektual

Menurut Kapolda Jatim, Irjen Pol Luki Hermawan mengatakan, dari kelima pelaku Pembakaran Polsek Tambelangan, Sampang, pelaku bernama Abdul Kodir merupakan aktor intelektual aksi pembakaran tersebut.

Sebelum melakukan aksinya, Abdul Khadir diketahui merancang sendiri 30 bom molotov yang digunakan untuk membakar Markas Polsek Tambelangan, Sampang.

"Abdul membuat bom molotov itu bagan membuat sumbu di rumahnya menggunakan paint warna hitam," bebernya.

Halaman
1234
Editor: faisal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved