Gunakan Hak Suara Orang Lain, Dua Pemuda Ini Divonis Hakim Pengadilan Negeri Banda Aceh

Dua pelaku dari dua kasus pidana pemilu dijatuhi hukuman oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Banda Aceh, Senin (27/5/2019).

Gunakan Hak Suara Orang Lain, Dua Pemuda Ini Divonis Hakim Pengadilan Negeri Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM/MASRIZAL
Terdakwa Hasmudi sedang menjalani sidang di Pengadilan Negeri Banda Aceh, Selasa (21/5/2019). 

Laporan Masrizal | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Dua pelaku dari dua kasus pidana pemilu dijatuhi hukuman oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Banda Aceh, Senin (27/5/2019).

Kedua kasus tersebut terkait penggunaan hak suara orang lain dalam Pemilu 17 April 2019. 

Adapun kedua kasus itu yaitu kasus pencoblosan dua kali dengan terdakwa Muliadi, warga Banda Aceh di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 1 dan TPS 3 Desa Punge Ujong, Kecamatan Meuraxa, Banda Aceh. 

Majelis hakim yang diketuai Juandra SH bersama dua hakim anggota Nani Sukmawati  SH dan Sadri SH menyatakan bahwa Muliadi terbukti melakukan perbuatannya dalam keadaan sadar.

Atas perbuatan terdakwa itu, majelis hakim memvonis terdakwa Muliadi selama empat bulan kurungan dengan masa percobaan delapan bulan serta membayar denda Rp 1 juta subsider satu bulan kurungan. 

Sementara kasus kedua terkait pencoblosan menggunakan form C6 (undangan memilih) milik orang lain yang sudah meninggal dunia di TPS 06 di Gampong Lamteumen Timur, Kecamatan Jaya Baru, Banda Aceh dengan terdakwa Hasmudi, warga Bireuen. 

Baca: Pencoblos Pakai Undangan Orang Sudah Meninggal Dituntut 6 Bulan

Baca: VIDEO - Coblos Pakai Form C6 Orang Meninggal, Hasmudi Disidang di Pengadilan Negeri Banda Aceh

Baca: Coblos Pakai C6 Orang Meninggal, Pria Ini Disidang di Pengadilan Negeri Banda Aceh

Hasmudi divonis enam bulan kurungan dengan masa percobaan 1 tahun dan denda Rp 1,5 juta subsider satu bulan penjara. Vonis itu sama dengan tuntutan jaksa Kejari Banda Aceh Maulijar SH, hanya saja denda yang diberikan lebih rendah Rp 500.000 dari tuntutan. 

"Menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah dengan sengaja mengaku dirinya sebagai orang lain," kata Ketua Majelis Hakim, Nendi Rusnendi SH didampingi hakim anggota Eti Astuti MH dan Totok Yanuarto MH.

Perbuatan terdakwa, baik Mualidi maupun Hasmudi melanggar Pasal 533 Undang-undang RI Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu. Terhadap putusan itu, masing-masing terdakwa menerima putusan tersebut.

Meski masing-masing terdakwa mendapat hukuman kurungan, tetapi keduanya tidak diharuskan menjalani hukuman sampai ada putusan lain. Mengenai denda, terdakwa tetap wajib membayarnya. (*)

Penulis: Masrizal Bin Zairi
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved