Breaking News:

Penghulu Bambel Gabungan "Mengamuk" Pecahkan Mesin Perjudian Jackpot

Penghulu Kute Bambel Gabungan, Nawi SE, "mengamuk" dengan memecahkan mesin jackpot yang beroperasi di desanya.

Penulis: Asnawi Luwi | Editor: Jalimin
For Serambinews.com
Polres Aceh Tenggara mengamankan tiga mesin perjudian jenis jackpot berkode "BK" dan empat tersangka dalam razia di sebuah warung di Desa Kuta Langlang, Kecamatan Bambel, Agara, Senin (18/3/2019) sekitar pukul 23.30 WIB malam. 

Penghulu Bambel Gabungan "Mengamuk" Pecahkan Mesin Perjudian Jackpot

Laporan Asnawi Luwi | Aceh Tenggara

SERAMBINEWS.COM | KUTACANE- Penghulu Kute (Keuchik) Bambel Gabungan, Nawi SE, "mengamuk" dengan memecahkan mesin jackpot yang beroperasi di desanya.

Penghulu Kute Bambel Gabungan, Nawi SE, kepada Serambinews.com, Senin (27/5/2019) mengatakan, tiga hari yang lalu, dirinya menghancurkan mesin jackpot yang beroperasi di desanya.

Ini sudah keterlaluan di bulan suci ramadan maksiat perjudian jackpot merajalela. Kata dia, pihaknya telah memanggil masyarakat yang mengelola mesin jackpot tersebut agar tidak lagi mengoperasikan mesin perjudian jackpot di desanya.

Ini bukan saja merusak moral generasi muda dan pelajar di desa, tetapi perekonomian masyarakat yang sedang morat marit jelang lebaran Idul Fitri 1440 Hijriah. Menurut Penghulu Kute Bambel Gabungan, Nawi SE yang juga Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Aceh Tenggara, Bupati Aceh Tenggara melalui Satpol PP agar segera menutup aksi perjudian jackpot di desanya dan daerah lainnya di daerah itu, karena informasi perjudian jackpot masih ada beroperasi di Aceh Tenggara. 

Baca: Nama Dokter RS Zubir Mahmud Dicatut untuk Jual Alat Medis ke Pasien, Ini Faktanya

Baca: SD Negeri 50 Lamlagang Banda Aceh Nyaris Ludes Dilalap Api, Ini Penyebab Kebakaran

Baca: Divonis Bersalah Tiga Pelaku Maisir Dicambuk, Ini Jumlah Cambukannya

Wakil Ketua Majelis Adat Aceh (MAA) Aceh Tenggara, Kasirin Sekedang mengatakan, Bupati Raidin dinilai kurang serius menegakkan syariat Islam di Aceh Tenggara, buktinya maksiat merajalela di Aceh Tenggara seperti kedai tuak tidak ada satupun yang ditutup selama bulan suci Ramadan 1440 H, padahal beliau berjanji saat kampanye Pemilihan Bupati (Pilbup) 2017-2022 akan menciptakan Aceh Tenggara sebagai negeri yang relegius. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved