Polda Amankan Seorang PNS

Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Aceh dikabarkan mengamankan seorang Pegawai Negeri Sipil

Polda Amankan Seorang PNS
SERAMBINEWS.COM/RAHMAD SAPUTRA
Kapolres Aceh Barat Daya, AKBP Moch Basori SIK menggelar coffe morning bersama para Ketua Parpol dan Ketua Tim Pemenangan Capres dan Cawapres 

* Terkait Ujaran Kebencian

BLANGPIDIE - Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Aceh dikabarkan mengamankan seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Barat Daya (Abdya), Kasman pada Sabtu (25/5) malam. Kasman diamankan terkait status Facebook-nya atas nama Kasman Abdya yang diduga melakukan ujaran kebencian dan berita bohong atau hoaks.

Dalam status media sosialnya itu, Kasman membagikan video yang diduga tentang syukuran kemenangan pasangan 01. Namun, dalam narasinya Kasman malah menyebutkan video itu dengan kata-kata tak pantas seperti, ‘Pesta seusai membantai umat Islam dalam masjid, persis tarian PKI di Lubang Buaya’.

Status tersebut membuat banyak kalangan khususnya pendukung 01 naik pitam, bahkan ada yang menandai Divisi Cyber Mabes Polri dan Polda Aceh. Bukan itu saja, kabarnya ada sejumlah status lain tentang Presiden Jokowi yang menjadi penyebab ia harus berurusan dengan pihak berwajib.

Informasi yang diperoleh Serambi dari sumber terpercaya, Kasman dijemput oleh tim Polda Aceh dirumahnya pada Sabtu (25/5) malam. “Iya, semalam dijemput oleh tim Ditreskrimsus Polda Aceh yang dipimpin oleh AKBP Musbagh Ni’am MH yang juga Kasubdit II Ditreskrimsus Polda Aceh,” ujar salah seorang sumber Serambi, kemarin.

Ia menjelaskan, pasca dijemput Sabtu malam hingga Minggu sore, Kasman masih diperiksa oleh tim Polda Aceh di Mapolres Abdya. “Masih di sini, belum dibawa ke Polda. Beliau masih diperiksa,” jelasnya.

Ia menyebutkan, status Kasman saat ini masih terduga pelaku ujaran kebencian. Menurutnya, Kasman terancam Pasal 45A ayat (2) jo Pasal 28 ayat (2) Undang-undang ITE dan Pasal 14 ayat (1) Undang-undang No 1 Tahun 1946 tentang hukum pidana dengan ancaman hukum pidana setinggi-tingginya 10 tahun penjara.

Untuk diketahui, selama ini akun Kasman memang sangat vokal mengkritik Pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla. Bahkan, tak jarang dia sering berdebat hingga ‘berperang’ urat saraf dengan para pendukung dan tim sukses Jokowi-Ma’ruf. Sebelum dijemput, Kasmansempat membuat status di akun Kasman Abdya II. Dalam akun itu, ia menyebutkan bahwa akun Kasman Abdya sudah dinonaktifkan.

Sementara itu, Kapolres Abdya, AKBP Moch Basori SIK saat dikonfirmasi Serambi membenarkan bahwa tim Ditreskrimsus Polda Aceh telah mengamankan Kasman, seorang PNS di Pemkab Abdya terkait ujaran kebencian dan hoaks. Ia menerangkan, Kasman diperiksa terkait status di akun Facebook-nya yang telah menyudutkan Presiden Jokowi. Bahkan, yang paling fatal, sebut Kapolres, Kasman telah menyebutkan Presiden Jokowi sebagai PKI. “Iya, masih di Polres,” ujar Kapolres Abdya, AKBP Moch Basori SIK yang dikondirmasi pada Minggu (26/5) malam.(c50)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved