Semua Kasus Dugaan Tindak Pidana Pemilu Distop Tim Gakkumdu, Ini Alasannya

Semua kasus dugaan tindak pidana pemilu yang dilaporkan melalui Panwaslih Aceh Utara, kembali Tim Gakkumdu Aceh Utara.

Semua Kasus Dugaan Tindak Pidana Pemilu Distop Tim Gakkumdu, Ini Alasannya
SERAMBI/MASRIZAL
TERDAKWA Hasmudi menjalani sidang terkait kasus pidana pemilu di Pengadilan Negeri Banda Aceh, Selasa (21/5).

Laporan Jafaruddin | Aceh Utara

SERAMBINEWS.COM, LHOKSUKON – Semua kasus dugaan tindak pidana pemilu yang dilaporkan melalui Panwaslih Aceh Utara, kembali dihentikan tim penegakan hukum terpadu (gakkumdu) karena kesulitan memperoleh barang bukti.

Sebelumnya, tim Gakkumdu juga sudah menghentikan dua kasus dugaan tindak pidana pemilu, sehingga jumlah kasus yang dihentikan capai 15 kasus, atau semua kasus yang pernah ditangani dalam pemilu kali ini.

Dari 15 kasus tersebut, 10 kasus di antaranya ditangani tim gakkumdu yang terdiri Polres Aceh Utara, Kejari Aceh Utara, dan Panwaslih.

Sedangkan tiga kasus lagi ditangani tim gakkumdu yang melibatkan Polres Lhokseumawe, Kejari Aceh Utara, dan Panwaslih Aceh Utara.

“Untuk dua kasus pelanggaran administrasi yang ditangani sebelumnya sudah selesai (sudah diputuskan). Sedangkan kasus dugaan tindak pidana pemilu yang berupa temuan dan laporan, semua dihentikan,” ujar Koordinator Divisi Pelanggaran Penindakan Panwaslih Aceh Utara Safwani SH menjawab Serambinews.com, Minggu (26/5/2019).

Ditanya kenapa semua kasus dugaan tindak pidana pemilu itu dihentikan? Safwani menyebutkan ada beberapa kasus yang tidak terpenuhi unsur formil dan materil. Sehingga kasus itu tidak diregister.

Kemudian ada beberapa juga yang terpenuhi unsur.

“Tapi alasan dihentikan kasus tersebut karena tidak cukup alat bukti untuk dilakukan pembuktian,” ujar Safwani.

Disebutkan, semua kasus tersebut dihentikan dalam proses pembahasan setelah mendengar pendapat dari kepolisian, dari kejaksaan dan panwaslih, kemudian baru diambil kesimpulan dihentikan prosesnya, karena alat buktinya tidak cukup.(*)

Baca: Tumbuhkan Kesiapsiagaan Bencana, Unsyiah Ajarkan ‘Nandong Smong’ kepada Siswa

Baca: Pemerintah Aceh Fasilitasi Mahasiswa Mudik Gratis dari Jakarta

Baca: Diundang Erdogan Ke Turki, Takdir Feriza Haflah Alquran di Perbatasan Bulgaria dan Yunani

 

Penulis: Jafaruddin
Editor: Taufik Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved