Tim Saman Gayo Lues Terbang ke New York, Tampil di Markas Besar PBB

Tim Saman Gayo, Senin (27/5/2019) malam, terbang ke New York, Amerika Serikat melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng, Jakarta...

Tim Saman Gayo Lues Terbang ke New York, Tampil di Markas Besar PBB
For Serambinews.com
Sembilan pemain Saman Gayo, di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, sesaat sebelum terbang ke New York, Senin (27/5/2019) malam. 

Tim Saman Gayo Lues Terbang ke New York, Pentas di Markas Besar PBB

 

Laporan Fikar W Eda | Jakarta

 

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Tim Saman Gayo, Senin (27/5/2019) malam, terbang ke New York, Amerika Serikat melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng, Jakarta. 

Tim Saman Gayo diundang menggelar pertunjukan di Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)  dalam acara perayaan  70 tahun hubungan diplomasi Indonesia-USA  pada 29 Mei-1 Juni 2019.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Budpar) Gayo Lues, Syafruddin yang menyertai keberangkatan para seniman saman itu, mengirimkan beberapa foto saat  berada di Cengkareng.

"Mohon doanya, misi kami ini berjalan dengan baik," kata Syafruddin.

Panitia penyelenggara mengundang sembilan pemain saman,  seorang pendamping dan berada di Negeri Pam Sam sampai 1 Juni mendatang.

Menurut Syafruddin, ini pertama kali Saman dimainkan di Markas PBB, sejak Unesco, lembaga PBB untuk pendidikan dan kebudayaan, menetapkan Saman Gayo sebagai warisan budaya dunia tak benda pada 24 November 2011 di Bali.

Baca: Pria SubulussalamTawarkan Ginjal di Facebook, Demi Turuti Permintaan Istri, Ini Faktanya

Baca: Penghulu Bambel Gabungan Mengamuk Pecahkan Mesin Perjudian Jackpot

Baca: Nama Dokter RS Zubir Mahmud Dicatut untuk Jual Alat Medis ke Pasien, Ini Faktanya

"Kita mengimpikan saman akan dimainkan oleh seluruh perwakilan negara di dunia dalam rangka membangun harmoni dunia," kata Syafruddin.

Hal itu dimungkinkan sebab saman memperlihatkan gerak tubuh yang dinamik dan harmonis. "Itu adalah simbol kebersamaan, meski berdinamika tinggi. Kita harus menjaga harmoni di bumi," ujar Syafruddin.

Tahun silam, Saman Gayo diajarkan ke sejumlah negara Eropa dalam program Festival Indonesiana yang dibiayai Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Dilanjutkan dengan Festival Budaya Saman di Gayo Lues, menampilkan "bejamu saman" di 11 desa di 11 kecamatan di Gayo Lues dan ditutup dengan "saman bale asam," di Lapangan Seribu Bukit Gayo Lues, melibatkan 660 pesaman dan penari bines.(*)

Penulis: Fikar W Eda
Editor: Jalimin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved