Belasan Rumah Diterjang Angin Puting Beliung

Belasan rumah di Kecamatan Kutapanjang, Kabupaten Gayo Lues (Galus), rusak akibat diterjang angin puting beliung

Belasan Rumah Diterjang Angin Puting Beliung
SERAMBI/RASIDAN.
Belasan atap rumah warga rusak di kecamatan kutapanjang Galus diterjang angin puting beliung, bahkan warga juga mulai memperbaiki kerusakan itu, Senin (27/5). 

BLANGKEJEREN - Belasan rumah di Kecamatan Kutapanjang, Kabupaten Gayo Lues (Galus), rusak akibat diterjang angin puting beliung. Namun, tidak ada korban jiwa dalam musibah hujan badai disertai petir itu yang terjadi pada Minggu (26/5) sekira pukul 17.00 WIB.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Serambi, Senin (27/5), enam unit rumah warga rusak parah dirusak angin puting beliung di Kutapanjang tersebut, dua unit rusak sedang, dan enam unit lainnya rusak ringan. Saat ini pemerintah daerah melalui Dinsos Galus bersama anggota Tagana telah menyalurkan bantuan kepada korban.

Penghulu Kerukunan Kota Panjang, Syarifudin Arigayo mengatakan, korban angin puting beliung yang menyebabkan rumah rusak berat yakni sebanyak 7 kepala keluarga, masing-masing milik Roni Syah Putra, Umar, Nurati, Rohani, Puji Irawati, Ali Amran, dan Nizar.

Sedangkan dua unit rumah warga lainnya mengalami rusak sedang, yakni milik Amat Yani dan Abubakar. Kemudian 6 unit rumah warga lainnya mengalami rusak ringan yakni milik Riduansyah, Sahim, Amir, Bacok, Dedi Darmawan, dan Junaidi Arsab.

“Rumah warga yang mengalami rusak berat dalam musibah angin puting beliung di Kutapanjang itu rata-rata beratap seng. Seng terbang dan jatuh ke tanah bersamaan dengan kayu, sehingga korban juga sempat mengungsi pada saat berlangsung hujan badai itu,” sebut Penghulu Kerukunan yang dibenarkan warga Kutapanjang lainnya.

Secara terpisah, Kadis Sosial melalui Ketua Koordinator Tagana Galus, Matseli bersama rekan Tagana lainnya, kepada Serambi, Senin (27/5) mengatakan, setelah dilakukan pendataan pada pagi hari, pemerintah menyalurkan bantuan kepada korban angin puting beliung di Kecamatan Kutapanjang tersebut.

“Selain di Kerukunan Kutapanjang, masih ada beberapa korban angin puting beliung lainnya di kecamatan tersebut yakni di Desa Beranang dan Tujung. Bantuan untuk korban sedang kita salurkan saat ini,” sebutnya.

Kadis Sosial Galus, Sukri, kepada Serambi, mengatakan, sepanjang tahun 2019 bencana alam berupa puting beliung sudah terjadi tiga kali di kabupaten tersebut. Kasus pertama sepanjang Januari hingga Mei itu terjadi di Pantan Cuaca.

Selanjutnya musibah puting beliung terjadi di Rema Baru, Kecamatan Kutapanjang. Kasus terkini terjadi di Kerukunan Kutapanjang, Minggu (26/5) kemarin. “Bantuan untuk korban puting beliung sudah disalurkan berupa sembako. Selain itu bantuan berupa perlengkapan shalat dan alat bangunan lainnya seperti triplek dan seng,” sebutnya.

Dia mengatakan, dari beberapa belasan rumah yang diterjang angin puting beliung di Kutapanjang tersebut, korban sudah kembali ke rumahnya masing-masing. Korban juga sudah memperbaiki rumahnya yang turut dibantu warga sekitar.

“Hanya tinggal satu korban atas nama Karmila yang masih mengungsi ke rumah orang tuanya di Kutapanjang. Itu karena tempat tinggalnya mengalami rusak parah dibandingkan dengan korban yang lainnya,” sebutnya. Dia meminta warga berhati-hati jika terjadi hujan deras yang disertai guntur dan angin kecang.(c40)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved