Kisah Inspiratif Tiga Penyandang Disabilitas di Aceh, dari Melawan Bullying Hingga jadi CPNS Terbaik

Bayu membagikan kisahnya melawan diskriminasi, hingga ia sukses menjadi duta anak Aceh dan kemudian membentuk Forum Anak di 18 kabupaten/kota di Aceh.

Kisah Inspiratif Tiga Penyandang Disabilitas di Aceh, dari Melawan Bullying Hingga jadi CPNS Terbaik
For Serambinews.com
Tiga penyandang disabilitas, Cut Dina (tuna netra), Bayu Satria (tuna daksa), dan Baihaqi (miopi), membagikan kisah inspiratifnya di Kantor Bappeda Aceh, Senin (27/5/2019). 

Dia membagikan kisahnya melawan diskriminasi masyarakat, hingga ia sukses menjadi duta anak Aceh dan kemudian membentuk Forum Anak di 18 kabupaten/kota di Aceh.

Karena prestasinya Bayu pernah diundang ke Forum Anak Nasional di Yogyakarta dan berkesempatan berbicara langsung dengan Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa.

“Saya sudah pernah merasakan penolakan dari masyarakat, dari teman-teman, ketika sekolah di SD, SMP di Simeulue. Saat itu bahkan dibully seakan-akan difabel itu menular sehingga harus dijauhi. Semua perlakuan buruk itu telah saya maafkan. Saya bukan tipe pendendam,” kata Bayu Satria yang kini tercatat sebagai mahasiswa semester VI Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry.

“Semua penghinaan itu saya lawan dengan kerja keras hingga mampu membangun Forum Anak di Kabupaten Simeulu, dan saat ini sudah mencapai di 18 kabupaten/kota di Aceh. Saya punya target membangun Forum Anak hingga ke desa-desa agar anak-anak tidak lagi dibully seperti pernah saya rasakan saat kecil,” sambung Bayu Satria yang disambut applaus peserta.

Baca: Rekan Bos Sabu 78,1 Kg ‘Bebas’ dari Hukuman Mati, Hukumannya Dikurangi Jadi 20 Tahun Penjara

CPNS Terbaik

Sementara Baihaqi, menceritakan pengalamannya tidak mampu melihat jarak lebih setengah meter sejak tahun 2013, ketika dia sedang kuliah di S2 UIN Ar-Raniry.

“Sebagai penerima beasiswa LPSDM, saya harus menyelesaikan kuliah walau dengan mata terbatas. Alhamdulillah saya lulus S2 pada tahun 2016. Saya juga pernah dipercaya untuk mengajar di Fakultas Ushuluddin UIN Ar-Raniry walau penglihatan sangat terbatas,” kata Baihaqi.

“Baru-baru saya ikut tes CPNS di Kanwil Kemenag Aceh dan lulus dengan passing grade. Saya lulus sebagai CPNS terbaik. Ini adalah bagai mukjizat. Sebab ada 1800 pelamar, saya yang terbatas ini dinyatakan sebagai lulusan terbaik dari 75 yang lulus,” tambah Baihaqi sambil meminta Pemda agar peduli kaum disabilitas dalam setiap program yang dirancang.

Baca: Demi Penuhi Keinginan Istri, Pemuda Subulussalam Ini Jual Ginjal di Facebook, Begini Reaksi Netizen

Pembangunan Berkeadilan

Kepala Bappeda Aceh, Azhari SE, M.Si, mengatakan pihaknya sengaja mengundang kaum disabilitas guna mendengar sharing dan keluh-kesah mereka dalam melihat pembangunan.

“Kita beri kesempatan kepada mereka untuk berbicara tentang perasaan mereka yang hakiki serta kisah mereka dalam berjuang. Aspirasi mereka harus menjadi perhatian semua pemangku kepentingan di Aceh dalam merancang usulan program pembangunan sehingga berkeadilan,” kata Azhari Hasan seperti dikutip Hasan Basri.(*)

Penulis: Zainal Arifin M Nur
Editor: Zaenal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved