Citizen Reporter

Mengintip Tradisi Bukber di Tarim

TAK terasa kita sudah memasuki pertengahan akhir bulan Ramadhan. Sepuluh hari pertama yang bertabur rahmat

Mengintip Tradisi Bukber di Tarim
IST
YUNALIS ABDUL GANI, B.Sc, putra asal Cot Trieng, Aceh, alumnus Dayah Ummul Ayman, Samalanga, melaporkan dari Tarim, Yaman

OLEH YUNALIS ABDUL GANI, B.Sc, putra asal Cot Trieng, Aceh, alumnus Dayah Ummul Ayman, Samalanga, melaporkan dari Tarim, Yaman

TAK terasa kita sudah memasuki pertengahan akhir bulan Ramadhan. Sepuluh hari pertama yang bertabur rahmat sudah kita lewati. Saat ini, kita sedang berada di sepuluh hari magfirah (keampunan). Hanya tersisa beberapa hari lagi kita berada di dalamnya.

Setengah akhir Ramadan identik dengan hari-hari reuni dan buka bersama (bukber). Biasanya, di hari-hari tersebut banyak warga yang mengadakan acara bukber, baik dengan keluarga besar, reuni antarteman sekolah, teman kuliah, bahkan santri-santri dayah sekalipun.

Memang, bukber sudah menjadi salah satu agenda lazim pada bulan Ramadhan. Di situlah terdapatnya keindahan bulan yang penuh keagungan ini.

Demikian juga di Tarim, sebuah kota mungil di Hadhramaut, Yaman. Di kota inilah saat ini saya menjalani ibadah puasa Ramadhan. Ini adalah Ramadhan kali ketujuh bagi saya di negeri ini. Tak ayal, rasa rindu terhadap keluarga dan kampung halaman pun kian membuncah di kalbu.

Berkenaan tradisi bukber, ada pelajaran menarik yang patut diteladani dari masyarakat Tarim. Di kebanyakan tempat pada umumnya, acara bukber biasanya diadakan di restoran-restoran, warung makan, bahkan kafé-kafé yang mewah-meriah. Waktu berbuka adalah waktu yang ramai dan sesak di restoran dan tempat makan lainnya. Sebaliknya di Tarim, waktu-waktu tersebut hampir tak ada toko yang buka hingga Tarawih selesai.

Di kota ini, masyarakat yang sudah berkeluarga, kebanyakan dari mereka mengadakan bukber di rumah bersama keluarga, terutama kaum perempuan. Tidak ada satu pun perempuan yang terlihat di jalan saat waktu berbuka. Oleh karena itu, di kota ini tidak ada pembauran antara kaum Adam dan kaum Hawa, apalagi di bulan Ramadhan seperti ini.

Selain itu, yang membuat saya takjub di kota ini adalah hampir seluruh masjid di setiap sudut kota, menyediakan takjil yang cukup wah secara cuma-cuma. Apalagi di sepuluh terakhir Ramadhan, berbagi takjil adalah salah satu aktivitas warga Tarim dalam berlomba-lomba berbuat kebaikan, yakni bersedekah.

Beberapa menit menjelang waktu berbuka, mereka hadir ke mesjid terdekat untuk mengadakan bukber demi memeriahkan acara buka di bulan primadona umat muslim ini.

Sebagian dari mereka membawa aneka takjil, dengan niat bersedekah di bulan yang mulia tersebut. Di sinilah terlihat indahnya kekeluargaan antara sesama. Selain itu, di Tarim memang ada beberapa lembaga khusus yang mengurus perihal infak, akrab dikenal dengan Jam’iyah Al Khairiyah dan sebagainya.

Sesampainya di masjid, mereka membuat semacam halakah (kelompok-kelompok kecil) di serambi luar masjid guna menunggu waktunya berbuka. Rasa kebersamaan antarsesama sangat saya rasakan di kota ini. Yang ajaibnya, sembari menunggu azan magrib, mereka menyibukkan diri dengan membaca wirid, zikir, doa Ramadhan, dan sebagainya.

Ketika azan dikumandangkan, menu berbuka yang sudah tersedia di depan pun siap untuk disantap. Diawali dengan kurma dan sunah-sunah lainnya, disusul dengan sambosa, makanan berbentuk segitiga gepeng, di dalamnya berisi sayur dan rempah-rempah lainnya yang diburu pelajar Indonesia di sini. Kemudian, diikuti dengan suguhan lainnya.

Setelah takjil, masyarakat Tarim tidak langsung menyantap makanan berat seperti nasi dan sebagainya, tapi mereka langsung menunaikan shalat Magrib secara berjamaah di masjid yang sama. Setelah itu, di sebagian masjid pun dilanjutkan dengan shalat Tasbih.

Begitulah perbedaan tradisi yang nyata adanya. Meski berbeda, semua bertujuan sama, semata-mata menghapkan rida Allah Swt. Semoga kita dapat meraih keampunan dari Allah Swt dalam bulan Ramadan ini. Semoga bermanfaat bagi yang membaca. Sekian. Saleuem kangen, Aceh!

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved