PNS Abdya yang Sebar Hoaks dan Ujaran Kebencian Terhadap Jokowi Jadi Tersangka

"Iya yang bersangkutan sudah jadi tersangka," kata Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dir Reskrimsus) Polda Aceh, Kombes Pol T Saladin

PNS Abdya yang Sebar Hoaks dan Ujaran Kebencian Terhadap Jokowi Jadi Tersangka
SERAMBINEWS.COM/SUBUR DANI
Oknum PNS Abdya, Kasman, Tersangka kasus penyebaran berita hoaks dan ujaran kebencian terhadap Presiden Joko Widodo, dihadirkan dalam konferensi pers di Mapolda Aceh, Selasa (28/5/2019).

PNS Abdya yang Sebar Hoaks dan Ujaran Kebencian Terhadap Jokowi Jadi Tersangka

Laporan Subur Dani | Banda Aceh   

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Aceh menetapkan oknum PNS Abdya, Kasman sebagai tersangka dalam kasus penyebaran berita hoaks dan ujaran kebencian terhadap Presiden Republik Indonesia yang juga capres nomor urut 01, Joko Widodo.

"Iya yang bersangkutan sudah jadi tersangka," kata Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dir Reskrimsus) Polda Aceh, Kombes Pol T Saladin dalam konferensi pers di Mapolda Aceh, Selasa (28/5/2019).

Saladin menjelaskan, tim cyber Dit Reskrimsus Polda Aceh, sebelum melakukan penangkapan sudah langsung anev (analisa dan evaluasi).

Baca: PNS di Abdya Ditangkap karena Status Facebook Sudutkan Jokowi, Ini Pernyataan Kapolres Abdya

Dan secara lisan juga berkoordinasi dengan saksi ahli dari para IT dan ahli bahasa.

"Jadi yang menentukan pidana atau tidak berdasarkan anev tersebut," kata Kombes Pol Saladin.

Seperti diberitakan sebelumnya, personel Dit Reskrimsus Polda Aceh mengamankan seorang PNS di Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) bernama Kasman pada Sabtu (25/5/2019) malam. 

Kasman diamankan terkait status Facebook-nya atas nama Kasman Abdya yang diduga melakukan ujaran kebencian dan berita bohong atau hoaks.

Baca: Kasdam IM Sambut Kedatangan Prajurit Yonif Raider 115/ML di Pelabuhan Malahayati

Dalam status media sosialnya itu, Kasman membagikan video yang diduga tentang syukuran kemenangan pasangan 01. 

Namun, dalam narasinya Kasman malah menyebutkan video itu dengan kata-kata tak pantas seperti, ‘Pesta seusai membantai umat Islam dalam masjid, persis tarian PKI di Lubang Buaya’.

"Yang dilakukan tersangka terkait kerusuhan yang terjadi 21-23 Mei di Jakarta.  Oleh yang bersangkutan di sana sudah suruh dan coba buat kerusuhan lagi di dunia maya, makanya kita amankan," pungkas Kombes Saladin. (*)

Baca: Video Viral - “Hoe Pemerintah Aceh Rayeuk, Jeh Neukalon Jalan Pasai Lambaro Meu-ie Barang”

Penulis: Subur Dani
Editor: Hadi Al Sumaterani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved