17 Napi LP Banda Aceh Dipindah ke Rutan Polda

Sebanyak 17 narapidana (napi) yang selama ini ditahan di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas II A Banda Aceh

17 Napi LP Banda Aceh Dipindah ke Rutan Polda
IST
MEURAH BUDIMAN, Kadiv PAS Kanwil Kemenkumham Aceh

BANDA ACEH - Sebanyak 17 narapidana (napi) yang selama ini ditahan di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas II A Banda Aceh dikabarkan dipindah atau dititip sementara ke Rumah Tahanan Negara (Rutan) Polda Aceh sejak 24 Mei lalu. Mereka dipindah karena pihak LP menduga ke 17 napi tersebut berusaha membuat onar di dalam LP tersebut yang bisa menimbulkan kekacauan seperti pernah terjadi beberapa waktu lalu.

Awalnya, kabar pemindahan napi itu diketahui Serambi dari berbagai sumber terpercaya. Belakangan, informasi tersebut diakui Kepala Divisi Pemasyarakatan (Kadiv PAS) Kanwil Kemenkumham Aceh, Meurah Budiman. Menurutnya, 17 napi tersebut dipindahkan ke Rutan Polda Aceh demi alasan keamanan LP. “Mereka kita pindahkan ke Rutan Polda Aceh untuk kepentingan keamanan LP,” kata Meurah, menjawab Serambi, kemarin.

Meurah juga mengakui, hasil deteksi dini pihak LP Banda Aceh, ke 17 napi tersebut terindikasi akan melakukan keributan yang dapat memancing kerusuhan di dalam LP. Jadi, sambungnya, untuk keamanan, pihak LP Banda Aceh mengambil kesimpulan untuk segera memindahkan ke 17 napi tersebut ke Rutan Polda Aceh. “Alasannya untuk keamanan LP. Sebab hasil deteksi dini, mungkin ada indikasi mereka ingin mencoba melakukan keributan. Jadi, kita mencegah agar hal itu tidak terjadi,” ungkap Meurah Budiman.

Bahkan, informasi lain yang diterima Serambi, ke 17 napi tersebut rencananya akan dipindahkan ke LP di luar Aceh seperti Nusa Kambangan, Cilacap, Jawa Tengah, dan Tanjung Gusta, Sumatera Utara. Namun, Meurah mengatakan, informasi tersebut belum pasti. “Belum, memang sudah kita pindahkan ke Rutan Polda Aceh, tapi belum ada persetujuan untuk pindah keluar Aceh. Jadi, mereka untuk sementara kita amankan ke di Polda Aceh. Langkah ini kita lakukan untuk kepentingan keamanan LP juga,” timpalnya.

Dari 17 napi tersebut, menurut Informasi yang diterima Serambi, terdapat empat napi dengan vonis hukuman mati. Namun, Serambi tidak mengetahui secara detail kebenaran informasi tersebut dan nama-nama keempat napi dimaksud. Sebab, hingga kemarin, pihak LP yang dihubungi Serambi tidak menjawab dan pejabat utama Polda Aceh yang dikonfirmasi juga tak mengangkat telepon. “Napi yang dipindah itu bukan hanya terkait narkoba, tapi ada juga kasus lain seperti pembunuhan,” pungkas Meurah Budiman.(dan)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved