Aksi Massa di Aceh Tuntut Provokator dan Makar Ditindak

Sekelompok massa yang mengatasnamakan Gerakan Masyarakat Cinta Damai (GMCD) menyampaikan dukunganya

Aksi Massa di Aceh Tuntut Provokator dan Makar Ditindak
IST
MASSA yang mengatasnamakan Gerakan Masyarakat Cinta Damai (GMCD) menggelar aksi di bundaran Simpang 5 Banda Aceh, Selasa (28/5), mendesak aparat kepolisian para provokator dan pelaku makar. 

BANDA ACEH - Sekelompok massa yang mengatasnamakan Gerakan Masyarakat Cinta Damai (GMCD) menyampaikan dukunganya kepada aparat keamanan untuk menindak tegas pelaku provokator kerusuhan 22 Mei di Jakarta, dan menangkap para pelaku makar.

Dukungan tersebut disampaikan dalam aksi demo yang berlangsung di Bundaran Simpang 5, Banda Aceh, Selasa (28/5) sore kemarin. Namun aksi tersebut tidak berlangsung lama. Hujan lebat yang mengguyur kawasan tersebut memaksa para peserta aksi untuk membubarkan diri.

Koordinator aksi, Azwar A Gani, menyebutkan, aksi tersebut diikuti sekitar 150 orang. Aksi itu dilakukan sebagai bentuk dukungan kepada aparat keamanan untuk mengusut siapa dalang provokator kerusuhan. “Kami mendukung penuh tindakkan aparat untuk mengusut siapa dalang provokator kerusuhan. Negara sudah menyediakan jalur yang sah untuk menyalurkan aspirasi warganya tanpa membuat kerusuhan,” kata Azwar dalam pernyataan tertulisnya kepada Serambi, Selasa kemarin.

Karena itu, pihaknya mendesak polisi agar mengusut aktor intelektual dan penyandang dana kerusuhan pada 21 dan 22 Mei kemarin. Dia meminta agar proses hukum jangan berhenti hanya sampai pada pihak-pihak yang terprovokasi.

Pihaknya juga mengapresiasi upaya pencegahan dan penanganan kerusuhan yang telah dilakukan TNI-Polri, termasuk sikap transparansi yang ditunjukkan pemerintah, TNI dan Polri yang telah membeberkan analisis ancaman keamanan kepada masyarakat.

“Kita harus menghormati hasil yang sudah ditetapkan oleh KPU sebagai bentuk legitimasi rakyat kepada presiden terpilih. Maka kita ingin hukum ditegakkan, kita dukung langkah TNI-Polri yang sekarang menunjukan alat-alat bukti, sehingga semuanya me njadi transparan,” pungkasnya.

Disamping itu, Azwar juga meminta aparat keamanan menindak pelaku makar terhadap pemerintahan yang sah secara undang-undang, sebab tidak ada alasan untuk memprovokasi rakyat Aceh dengan isu disintegrasi. “Kami masyarakat Aceh mendukung TNI dan Polri untuk menindak provokator dan pelaku makar. Tidak ada alasan untuk memprovokasi rakyat Aceh dengan isu disintegrasi,” tegasnya lagi.(yos)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved