Opini

Ekonomi Syariah Motor Penggerak Ekonomi Nasional

EKONOMI syariah merupakan sistem perekonomian yang belum dimanfaatkan secara optimal oleh umat

Ekonomi Syariah Motor Penggerak Ekonomi Nasional
Prof. Dr. Apridar, S.E., M.Si, Guru Besar Ilmu Ekonomi Studi Pembangunan dan Kelautan Universitas Malikussaleh (Unimal) 

Dengan diresmikanya Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) oleh Joko Widodo Selasa 14 Mei 2019 di Jakarta, diharapkan komite tersebut bisa terus mengawal peta jalan atau Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia ke depan. Tujuannya, agar setiap progres berkaitan dengan ekonomi syariah bisa terus terawasi.

Dengan peluncuran ini, maka menjadi lompatan besar untuk penguatan ekosistem syariah Indonesia. Membangun ekosistem ini bukan perkara mudah yang akan menjadi panduan yang mesti dimonitori perkembangannya agar dapat berjalan sesuai koridornya.

Berbagai kebijakan, instrumen dan pemihakan untuk mendorong ekspor dilakukan pemerintah agar perekonomian Indonesia tangguh dan dapat bersaing secara global. Namun, kita tidak boleh alpa bahwa potensi ekonomi syariah sangat layak dijadikan sebagai pilihan utama

menggerakkan perekonomi nasional. Aceh sangat strategis menawarkan diri sebagai pilot proyek dalam pengembangan ekonomi syariah untuk menggerakkan ekonomi nasional.

Konsep syariat Islam yang sudah diberikan kepada Aceh untuk diterapkan dalam kehidupan masyarakat sebagai bagian dari kekususan daerah istimewa perlu diaplikasikan lebih optimal dalam kegiatan ekonomi di samping kegiatan sosial budaya yang sudah berjalan dengan baik.

Implementasi kegiatan dalam ekonomi tentu akan sangat menyentuh kehidupan masyarakat dikarenakan berkaitan langsung dengan kesejahteraannya. Syariat Islam merupakan hukum atau peraturan yang mengatur seluruh sendi kehidupan umat Islam, baik di dunia maupun di akhirat. Dengan menyandarkan kepada Syariat Islam berarti manusia sudah berpegang kepada tali yang kuat dan kokoh yaitu pada bimbingan pencipta seluruh alam sekalian.

Trend ekonomi secara global memperlihatkan pertumbuhan ekonomi syariah sangat baik dan menggembirakan. Pertemuan International Monetary Fund (IMF) dan World Bank, pada 2-14 Oktober 2018 di Bali itu yang dihadiri 15.000 lebih peserta dari 189 negara mengagendakan topik khusus terhadap ekonomi syariah. Ini menandakan bahwa dunia tidak lagi memandang sebelah mata terhadap peran ekonomi syariah terhadap pembangunan peradaban bangsa.

Momentum ini sangat dimanfaatkan masyarakat berbagai belahan dunia untuk menggulirkan perekonomiannya lebih cepat lagi dengan konsep syariah. Konsep ini tumbuh dengan cepat bagaikan lumut yang berkembang di musim penghujan.

Malaysia negara tetangga Indonesia begitu cepat memanfaatkan peluang untuk mendeklarasikan negaranya sebagai pusat Ekonomi Syariah Dunia. Mereka menyiapkan infrastruktur ekonomi syariah secara massif, terutama di sektor Perbankan Islam. Dunia usaha

lebih diarahkan kepada sikap jujur, transparan serta keadilan yang nyata sejalan dengan tuntunan ilahiyah. Sehingga keberkahan merupa manfaat utama yang mereka peroleh.

Halaman
1234
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved