GeRAK: Tertibkan Tarif Liar Parkir

Gerakan Anti Korupsi (GeRAK) Aceh Barat menyorot tarif parkir yang dikutip pada sejumlah titik

GeRAK: Tertibkan Tarif Liar Parkir
For Serambinews.com
Koordinator GeRAK aceh Barat, Edy Syah Putra 

MEULABOH - Gerakan Anti Korupsi (GeRAK) Aceh Barat menyorot tarif parkir yang dikutip pada sejumlah titik di Meulaboh, Aceh Barat. Kutipan ini dinilai melanggar aturan karena tidak sesuai qanun di kabupaten itu. Pemkab diminta menegur pengelola dan segera menertibkan tarif liar di luar ketentuan itu.

“Kita meminta pihak Pemkab menertibkan tarif parkir yang dikutip tidak sesuai aturan. Pengutipan yang tidak sesuai bisa masuk dalam kategori pungutan liar (pungli),” kata Koordinator GeRAK Aceh Barat, Edy Syah Putra kepada Serambi, Selasa (28/5).

Menurutnya, seperti fakta yang terungkap di Pasar Raya Meulaboh, juru parkir di lokasi tersebut mematok tarif jasa parkir bagi kendaraan roda empat sebesar Rp 5.000/unit. Sementara dalam Qanun Nomor 2 Tahun 2014 tarifnya hanya Rp 2.000/unit. Demikian juga kendaraan roda dua dipungut Rp 2.000/unit, sementara dalam aturan di Aceh Barat Rp 1.000/unit. “Ini justru sangat bertentangan dengan aturan yang sudah diberlakukan oleh pemerintah dan menurut hemat kita hal ini sudah menjurus ke praktik pungli,” katanya.

Edy berharap pemerintah bersama dinas terkait dan pihak kepolisian segera menangani perkara tersebut. Tarif parkir yang telah ditetapkan oleh pemerintah menjadi sumber pendapatan bagi daerah. Namun, tarif yang lebih mahal dari ketentuan itu justru masuk ke kantong pribadi atau sekolompok orang saja. “Bagaimanapun, pemerintah harus menindaklanjuti perkara ini. Jangan didiamkan begitu saja, apalagi kalau hal seperti ini sudah berlaku lama dan semakin banyak korban,” katanya.

Seperti diberitakan kemarin, tarif parkir untuk kendaraan sepeda motor (Sepmor) dilaporkan dikutip di atas ketentuan yang diatur dalam qanun pada beberapa titik di Meulaboh, Aceh Barat. Sesuai aturan di Aceh Barat untuk sepmor Rp 1.000/unit, tetapi ditemukan dikutip hingga Rp 2.000/unit.

Warga mengaku sejumlah titik yang dikutip tidak sesuai aturan Qanun yakni Rp 2.000/sepmor seperti di Kompleks Pasar Raya Meulaboh, Kompleks Suzuya Mal Meulaboh, Kompleks RS Cut Nyak Dhien. Selain itu, terdapat juga beberapa ruas jalan di pusat kota. Namun, terdapat juga sejumlah titik yang dikutip Rp 1.000/sepmor seperti tercantum dalam Qanun Aceh Barat.

Kadis Perhubungan (Dishub) Aceh Barat, Tarfin SSos terkait kutipan parkir sepmor yang melebihi ketentuan dalam qanun menyatakan, pihaknya akan mengecek terlebih dahulu laporan tersebut. “Tentu dalam aturan parkir sepmor Rp 1.000/unit dan kendaraan roda empat Rp 2.000/unit. Akan kita cek dulu terhadap hal itu,” katanya.

Sementara itu, Plt Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Aceh Barat, Zulyadi SE yang ditanyai Serambi, Selasa kemarin, mengatakan, pihaknya sudah menyurati pengelola yang berkaitan dengan tarif parkir. Tentu persoalan itu akan menjadi pertimbangan daerah untuk ditindaklanjuti. “Terkait parkir di jalan raya menjadi kewenangan Dishub. Nanti kita coba koordinasi masalah ini,” ujar Zulyadi.(riz)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved