Breaking News:

Ikan Teri Berhamburan di Pantai Gampong Jawa, Ahli Perikanan Unsyiah Ungkap Sejumlah Kemungkinan

Sebuah fenomena unik mengejutkan warga Banda Aceh, Rabu (29/5/2019) sore, sekira pukul 15.00 WIB. Beredar foto dan video ikan teri (bileh) berhamburan

SERAMBINEWS.COM/BUDI FATRIA
Sebuah fenomena langka mengejutkan warga Banda Aceh. Ribuan ekor ikan teri berhaburan di Pantai Gampong Jawa, Banda Aceh, Rabu (29/5/2019) sekitar pukul 15:00 WIB. 

Banyak Teri Berhamburan di Pantai Gampong Jawa, Ahli Perikanan Unsyiah Ungkap Sejumlah Kemungkinan

Laporan Eddy Fitriady | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Sebuah fenomena unik mengejutkan warga Banda Aceh, Rabu (29/5/2019) sore, sekira pukul 15.00 WIB. Beredar foto dan video ikan teri (bileh) berhamburan di pantai Gampong Jawa, Banda Aceh.

Postingan tersebut mengundang banyak komentar dari banyak netizen. Bahkan lokasi penemuan teri langsung didatangi warga yang penasaran dengan kejadian langka itu.

Amatan Serambinews.com di lokasi, banyak warga datang untuk mengabadikan momen tersebut lewat smartphone-nya. Tak sedikit pula yang memungut teri yang berserakan itu untuk dibawa pulang.

Ahli perikanan yang juga Dekan Fakultas Kelautan dan Perikanan (FKP) Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), Prof Dr Muchlisin ZA SPi MSc yang dimintai tanggapannya terkait fenomena itu mengatakan, meluapnya hasil tangkapan nelayan itu menyiratkan banyak kemungkinan.

Namun untuk memastikan penyebab sebenarnya, sampel ikan tersebut harus diperiksa lebih dulu  untuk melihat jenis dan kondisi ikan.

"Besok pagi (Kamis), saya akan utus mahasiswa doktor saya mengambil sampel untuk kami analisis. Kita harus meneliti dulu sebelum menyimpulkan," ujar Prof Muchlisin.

Namun demikian, guru besar Unsyiah ini mengungkapkan sejumlah kemungkinan, pertama, ikan dalam jumlah besar itu bisa jadi mati akibat memakan plankton beracun. Untuk ikan yang seperti itu, menurutnya berisiko untuk dikonsumsi manusia.

Kemungkinan kedua, lanjut Prof Muchlisin, kumpulan ikan itu mati karena perubahan salinitas (tingkat keasinan) air laut akibat masuknya air tawar dalam jumlah banyak lewat hujan.

Baca: Dua Pria Seperti Sales Bobol Kedai Kelontongan di Cot Girek

Baca: Tokoh Referendum Aceh, Muhammad Nazar, Sebutkan Ada Kepentingan Pribadi

Baca: Baitul Mal Aceh Bantu 1.800 Fakir Miskin

"Kalau karena perubahan salinitas, ikannya aman dimakan. Besok (Kamis) kami akan coba ukur salinitas dan suhu air laut. Sedangkan untuk sampel ikan akan dibedah guna melihat isi lambungnya dan lain-lain," jelas dia.

Dekan FKP Unsyiah ini menambahkan, kemungkinan lainnya dari fenomena itu yakni gerombolan ikan ke pinggir laut untuk menghindari mangsa, atau karena mengikuti mangsa.

"Selain itu bisa juga karena saat ini sedang musim kawin, jadi mereka sengaja bergerombol di pinggir. Jadi ada banyak kemungkinan," pungkasnya.(*)

Penulis: Eddy Fitriadi
Editor: Jalimin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved