Techno

Indonesia Dikabarkan Jadi Tempat Pembuatan Chipset iPhone, Bisa Turunkan Harga Jual Ponsel Apple?

Indonesia dan India yang menjadi pasar konsumen yang cukup besar menjadi tujuan pembuatan ponsel maupun perlengkapan teknologi lainnya.

Indonesia Dikabarkan Jadi Tempat Pembuatan Chipset iPhone, Bisa Turunkan Harga Jual Ponsel Apple?
OnLeaks
Penampakan Apple iPhone 11. 

Simak berita chipset iPhone yang dikabarkan akan dibuat di Indonesia, apakah bisa turunkan harga jual ponsel milik Apple?

SERAMBINEWS.COM - Imbas dari perang dagang yang kian mempersulit pabrik dan kemajuan teknologi kini mulai mencari tempat pasar baru.

Indonesia dan India yang menjadi pasar konsumen yang cukup besar menjadi tujuan pembuatan ponsel maupun perlengkapan teknologi lainnya.

Dan kini dikutip dari Kompas Tekno, Pabrikan semi konduktor asal Taiwan, Pegatron, telah menandatangani surat perjanjian bisnis (letter of intent) dengan pemerintah Indonesia.

Penampakan Apple iPhone 11.
Penampakan Apple iPhone 11. (OnLeaks)

Baca: Dua Pria Bertetangga Saling Bacok, 2 Tewas dan Satu Kritis, Warga Tak Ada yang Berani Melerai

Perjanjian tersebut menyatakan niat Pegatron pabrik pembuatan chipset, telah menanamkan investasi yang cukup besar senilai Rp 10-15 triliun di Indonesia untuk memproduksi chip ponsel milik Apple, iPhone.

Apple rilis 3 seri baru iPhone XR, XS, XS Max. (cnet.com)

Wakil Menteri Perdagangan, Ignatius Warsito memberikan sebuah keterangan bahwa perakitan chip ini akan bekerja sama dengan salah satu pabrik elektronik terbesar di Indonesia, yakni PT Sat Nusapersada yang berlokasi di Batam.

Ignatius menyebut pabrikan itu akan fokus pada perakitan chip untuk smartphone, sementara material komponen mentahnya tetap diimpor.

Ia juga mengatakan komponen untuk perangkat Apple lain, yakni laptop MacBook, kemungkinan juga akan diproduksi.

Baca: Tuntut Pembayaran Upah, Puluhan Guru Kontrak dan Bides Temui Wali Kota Subulussalam

Baca: Sidang Isbat Penetapan Idul Fitri atau 1 Syawal 1440 Hijriah Digelar 3 Juni

"Pabrik (Sat Nusapersada) kemungkinan juga digunakan untuk memproduksi komponen MacBook, tapi itu tidak dalam waktu dekat," jelas Ignatius, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari Reuters, Rabu (29/5/2019).

Halaman
1234
Editor: Amirullah
Sumber: TribunStyle.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved