PNS Abdya Penyebar Hoaks Terancam 10 Tahun Penjara

Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Aceh menetapkan oknum Pegawai Negeri Sipil Aceh Barat Daya

PNS Abdya Penyebar Hoaks Terancam 10 Tahun Penjara
SERAMBI/ SUBUR DANI
Polisi menghadirkan oknum PNS Abdya bernama Kasman, tersangka kasus penyebaran berita hoaks dan ujaran kebencian terhadap kepala negara, dalam konferensi pers di Mapolda Aceh, Selasa (28/5/2019). 

BANDA ACEH - Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Aceh menetapkan oknum Pegawai Negeri Sipil Aceh Barat Daya (PNS Abdya) bernama Kasman sebagai tersangka dalam kasus penyebaran berita hoaks dan ujaran kebencian terhadap Presiden Republik Indonesia yang juga capres nomor urut 01, Joko Widodo. Atas perbuatannya itu, tersangka terancam hukuman sepuluh tahun penjara.

“Ya yang bersangkutan sudah jadi tersangka. Tersangka dijerat dengan Undang-Undang ITE. Ancaman pidananya paling tinggi sepuluh tahun hukuman penjara,” kata Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dir Reskrimsus) Polda Aceh, Kombes Pol Teuku Saladin dalam konferensi pers di Mapolda Aceh, Selasa (28/5).

Saladin menjelaskan, tim Siber Dit Reskrimsus Polda Aceh, sebelum melakukan penangkapan sudah langsung melakukan analisis dan evaluasi (anev). “Dan secara lisan kami juga berkoordinasi dengan saksi ahli dari para IT dan ahli bahasa. Jadi, yang menentukan pidana atau tidak berdasarkan anev tersebut,” kata Kombes Pol Saladin.

Kasman ditahan karena terbukti melakukan tindak pidana ujaran kebencian yang melanggar UU ITE. Menurut Saladin, tersangka terbukti telah membuat gaduh di media sosial dengan menyebar konten hoaks dan melakukan ujaran kebencian melalui akun Facebook miliknya pada Kamis (23/5/2019) lalu.

“Video yang disebar merupakan video hoaks yang bertujuan untuk menimbulkan kebencian atau permusuhan individu, kelompok, dan masyarakat,” kata Kombes Pol Saladin.

Menurut Saladin, konten yang diunggah tersangka berisi video Presiden Joko Widodo yang sudah diedit dan ditambah musik remix dan pemberian status atau caption yang tidak sesuai. “Setelah kita lakukan penyelidikan, analisis dan evaluasi, yang bersangkutan langsung kita tangkap,” kata Saladin.

Dalam konferensi pers itu, Saladin juga mengimbau masyarakat agar bijak dalam menggunakan sosial media dan tidak menyebarkan konten hoaks. “Hati-hati, dulu pepatahnya mulutmu harimau mu, tapi sekarang jarimu kunci selmu. Hati-hati menggunakan media sosial,” kata mantan kapolres Banda Aceh dan Bireuen ini.

Seperti diberitakan sebelumnya, personel Dit Reskrimsus Polda Aceh mengamankan seorang PNS di Pemkab Aceh Barat Daya (Abdya) bernama Kasman pada Sabtu (25/5) malam.

Kasman diamankan terkait status Facebook-nya atas nama Kasman Abdya yang diduga melakukan ujaran kebencian dan berita bohong atau hoaks. Dalam status media sosialnya itu, Kasman membagikan video yang diduga tentang syukuran kemenangan pasangan 01.

Namun, dalam narasinya Kasman malah menyebutkan video itu dengan kata-kata tak pantas seperti, ‘Pesta seusai membantai umat Islam dalam masjid, persis tarian PKI di Lubang Buaya’.

“Yang dilakukan tersangka terkait kerusuhan yang terjadi 21-23 Mei di Jakarta. Oleh yang bersangkutan di sana sudah suruh dan coba buat kerusuhan lagi di dunia maya, makanya kita amankan,” pungkas Kombes Saladin. (dan)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved