Serba-Serbi Mi dari ‘Pasar Kaget’

Bulan Ramadhan menjadi berkah tersendiri bagi pedagang takjil. Seperti yang terlihat di ‘Pasar Kaget’ Gampong Baru

Serba-Serbi Mi dari ‘Pasar Kaget’
SERAMBI/NURUL HAYATI
PENJUAL mi menyiapkan dagangannya untuk takjil di ‘Pasar Kaget’ Kampung Baru, Banda Aceh, Selasa (27/5)

BANDA ACEH - Bulan Ramadhan menjadi berkah tersendiri bagi pedagang takjil. Seperti yang terlihat di ‘Pasar Kaget’ Gampong Baru, Banda Aceh. Di sini, serba serbi olahan mi, menjadi penganan yang paling banyak dicari warga. “Kami menjual mi goreng telur, mi tiaw, ifumi, dan bihun. Dimasak di tempat waktu mau berbuka,” ujar Riska, seorang pedagang di ‘Pasar Kaget’.

Selain mi, ia dibantu beberapa orang lainnya juga menyediakan makanan lain seperti ayam lada hitam dan aneka minuman segar. Rak kaki lima miliknya, dibuat layaknya stan festival. Banyaknya menu yang ditawarkan ditambah atraksi memasak aneka mi, menarik perhatian warga yang melintas.

Mi-mi tersebut dijual Rp 10 ribu per porsi untuk satu jenis mi atau Rp 15 ribu untuk mi campuran. Seperti ‘Pasar Kaget’ lainnya di Aceh, tempat ini baru buka mulai pukul 16.00 WIB hingga selesai.

Selain itu jika anda berkunjung ke Gampong Baru, ada ‘Mi Caluk Bang Baka’ yang legendaris. Walaupun namanya mi caluk, tapi sebenarnya di sini juga menyediakan varian mi lainnya yaitu, mi goreng Aceh, mi tiaw, dan bihun. Dijual mulai harga Rp 8 ribu per bungkus.

“Beda dengan hari-hari biasa, kalau bulan puasa kami menghabiskan 50 Kg mi per hari. Tapi dibanding tahun lalu ini sudah menurun, kalau dulu habis sampai 100 Kg mi per hari,” ujar Bang Baka.

Pria paruh baya asal Pidie ini dibantu para pekerja lainnya, juga memasak mi di tempat sesaat jelang berbuka. Bedanya tempat ini kembali buka setelah shalat tarawih.(rul)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved