Breaking News:

Tender Pengadaan Bibit Pinang di Aceh Selatan Diduga tak Memenuhi Syarat, Ini Penyebabnya

Lembaga Pemantau Lelang Aceh (LPLA) menilai pengadaan bibit pinang unggul untuk kecamatan Bakongan, Kota Bahagia, Labuhanhaji Timur dan Meukek ...

SERAMBINEWS.COM/ZAINUN YUSUF
Bibit pinang unggul jenis betara di Kabupaten Abdya. 

Tender Pengadaan Bibit Pinang di Aceh Selatan Diduga tak Memenuhi Syarat Kualifikasi

Laporan : Taufik Zass | Aceh Selatan

SERAMBINEWS.COM, TAPAKTUAN - Lembaga Pemantau Lelang Aceh (LPLA) menilai pengadaan bibit pinang unggul untuk kecamatan Bakongan, Kota Bahagia, Labuhanhaji Timur dan Meukek, Kabupaten Aceh Selatan tidak memenuhi syarat kualifikasi sebagaimana yang diamanahkan dalam Perpres 16/2018 tentang pengadaan barang dan jasa Pemerintah.

"Jika merujuk pada Perlem LKPP nomor 9 Tahun 2018 Perusahaan yang ditunjuk sebagai pemenang lelang wajib mendapatkan 2 pekerjaan selama 3 tahun yaitu pengalaman tahun Anggaran 2018 dan pengalaman pekerjaaan Tahun Anggaran 2017 atau 2016. Namun yang menang tender tidak sesuai dengan syarat kualifikasi tersebut," kata Koordinator LPLA, Nasruddin Bahar kepada Serambinews.com, Rabu (30/5/2019).

Dijelaskannya, pada persyaratan tender pokja mempersyaratkan syarat kualifikasi pengalaman perusahaan paling kurang satu pekerjaan dalam 3 tahun terakhir, kecuali bagi perusahaan yang baru berdiri kurang dari 3 tahun.

Selain itu, lanjutnya, Perpres 16/2018 Pasal 17 Ayat 1 disebutkan, penyedia sebagaimana dimaksud dalam pasal 8 huruf (i) wajib memenuhi kualifikasi sesuai peraturan perundang undangan.

"Peraturan yang dimaksud adalah Perlem LKPP Nomor 9 Tahun 2018 Tentang pedoman pelaksanaan pengadaan barang dan jasa konsultansi," ungkapnya.

Baca: Mantan Walkot Subulussalam Minta Polisi Bongkar Kasus Kepemilikan Senjata Api dan Narkoba

Baca: Satlantas Polres Aceh Jaya Usir Kerbau di Jalan Raya

Baca: Tokoh Referendum Aceh, Muhammad Nazar, Sebutkan Ada Kepentingan Pribadi

Perlem LKPP nomor 9 Tahun 2018 pasal 3.4.2, tambah Nasruddin disebutkan syarat kualifikasi tekhnis penyedia (a). Memiliki Pengalaman Penyedia barang pada divisi yang sama paling kurang dalam kurun waktu satu tahun terakhir termasuk pemgalaman sub kontrak. (b). Penyedia barang sekurang kurangnya pernah mengerjakan pekerjaan dalam kelompok yang sama dalam kurun waktu 3 tahun terakhir termasuk pengalaman sub kontrak.

"Karenanya, kepada Pokja diminta untuk membatalkan paket pengadaan bibit pinang unggul tersebut dan segera melakukan tender ulang. Pokja tidak boleh melanggar ketentuan karena syarat kualifikasi adalah wajib dipenuhi sesuai dengan yang dipersyaratkan dalam perundang undangan yang berlaku kecuali persyaratan teknis Administrasi yang disesuaikan dengan kebutuhan pekerjaan Pokja dibolehkan menambah dan mengurangi persyaratan," paparnya.

Dalam pengamatan Lembaga Pemantau Lelang Aceh, lanjut Nasruddin Bahar, proses tender di Aceh Selatan termasuk lambat sehingga pembangunan yang seharusnya dapat segera dirasakan oleh masyarakat sampai saat ini belum bisa dimanfaatkan padahal pengesahan Anggaran sudah dilaksanakan diawal tahun.

Baca: Pria SubulussalamTawarkan Ginjal di Facebook, Demi Turuti Permintaan Istri, Ini Faktanya

"Secara keseluruhan hasil proses lelang paket pekerjaan masih seperti 'lagu lama' tidak ada persaingan sehat hal tersebut terlihat dari minimnya peminat yang mengikuti tender pada paket yang diumumkan. Pemenang lelang hampir semua menawar mendekati HPS dan patut diduga terjadinya persekongkolan baik secara vertikal dengan pokja maupun secara horizontal sesama rekanan," pungkasnya.(*)

Penulis: Taufik Zass
Editor: Jalimin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved