Terkait Referendum, Bupati Bener Meriah Nyatakan Gayo-Alas tak Ada Masalah dengan Pusat

Wilayah Gayo-Alas tidak ada masalah dengan Pemerintah Pusat, dan fokus pada pembangunan kesejahteraan masyarakat.

Terkait Referendum, Bupati Bener Meriah Nyatakan Gayo-Alas tak Ada Masalah dengan Pusat
For Serambinews.com
Sarkawi, Bupati Bener Meriah 

Terkait Referendum, Bupati Bener Meriah Nyatakan Gayo-Alas tak Ada Masalah dengan Pusat

Laporan Fikar W Eda | Jakarta

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Terkait isu referendum yang menyeruak akhir-akhir ini, Bupati Bener Meriah, Tgk H Sarkawi menyatakan, wilayah Gayo-Alas tidak ada masalah dengan Pemerintah Pusat, dan fokus pada pembangunan kesejahteraan masyarakat.

"Kami di wilayah tengah fokus kepada pembangunan. Kami harus mengejar ketertinggalan pembangunan dibandingkan daerah-daerah lain di wilayah pesisir Aceh," ujar Bupati Sarkawi, Kamis (30/5/2019).

Ia mengatakan, masih banyak ketimpangan antara wilayah tengah dengan wilayah Aceh lainnya.

Termasuk jumlah pejabat-pejabat di tingkat provinsi yang berasal dari wilayah tengah, masih segelintir.

"Oleh karenanya isu referendum yang didengungkan akhir-akhir ini adalah masalah politik, dan kami mau fokus saja pada gerak pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Gayo-Alas," ujarnya.

Baca: BREAKING NEWS - Satu Rumah Warga Blangme Kutablang Hangus Terbakar

Baca: Istri Wabup Aceh Selatan Serahkan Donasi untuk Palestina

Baca: Sekali Klik Tuntas, Begini Cara Kirim Ucapan Selamat Idul Fitri Serentak ke Teman Lewat WhatsApp

Bupati Sarkawi juga menyatakan bahwa selama ini hubungan Pusat dengan wilayah Gayo-Alas berjalan baik, sama sekali tidak ada ganjalan apa-apa. Pada beberapa bagian, bahkan Pusat memberikan perhatian.

Isu referendum disuarakan oleh Mualem Muzakir Manaf, Ketua Umum Partai Aceh yang juga pembina Partai Gerindra Aceh dan tim pemenangan pasangan Prabowo -Sandi untuk wilayah Provinsi Aceh.

Mualem menyampaikan permintaan referendum dihadapan pejabat teras Aceh, Plt Gubernur Aceh, Panglima Kodam Iskandar Muda, Kapolda Aceh dan lain-lain.

Permintaan Mualem langsung melahirkan kontroversi dan mengundang pro kontra.

Tokoh Referendum Aceh, Muhammad Nazar yang sukses menggerakan referendum pada 1999 bersama elemen Sentral Informasi Referendum Aceh atau SIRA menyatakan, permintaan Mualem ini terkait dengan persoapan internal, bukan persoalan keseluruhan rakyat Aceh.

Ini membedakannya dengan gerakan referendum pada 1999 silam.(*)

Baca: Relawan MRI Susuri Sungai Berpenghuni Piton dan Buaya, Berbagi Makanan kepada Yatim di Aceh Singkil

Baca: Ani Yudhoyono Dikabarkan Masuk ICU & Kondisinya Memburuk, Annisa Sempat Tunjukkan Keadaan Istri SBY

Baca: Pakar Hukum Unsyiah: Statement Muzakir Manaf soal Referendum Aceh Sah-sah Saja!

Penulis: Fikar W Eda
Editor: Safriadi Syahbuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved