Yunardi Natsir: Daripada Referendum, Lebih Baik Aceh Dimekarkan

Karena usulan pemekaran Aceh menjadi 3 Provinsi, Abas dan Ala belum bisa direalisasi, usulan pemekaran menjadi 2 provinsi perlu dipertimbangkan lagi.

Yunardi Natsir: Daripada Referendum, Lebih Baik Aceh Dimekarkan
For Serambinews.com
Yunardi Natsir 

Laporan Taufik Zass | Aceh Selatan

SERAMBINEWS.COM, TAPAKTUAN - Menyikapi wacana Referendum yang digulirkan Ketua DPA Partai Aceh (PA), Muzakir Manaf, anggota DPRA Drs Yunardi Natsir MM menilai bahwa gagasan Referendum itu hanya dilatarbelakangi ketidakpuasan terhadap hasil Pilpres.

"Padahal  masalah riil di Aceh saat ini adalah ketimpangan pembangunan antara wilayah utara dengan selatan. Jadi yang lebih diperlukan bagi rakyat Aceh itu pemekaran, bukan referendum," tegas Politisi Partai Masdem dari Dapil 9 (Abdya, Aceh Selatan, Subulussalam dan Singkil) ini, dalam keterangan persnya kepada Serambinews.com, Kamis (30/5/2019).

Anggota DPRA asal Aceh Selatan ini menilai, meski MoU Helsinki sudah ditindaklanjuti dengan UU Nomor 11 tahun 2006, realisasinya belum mampu mengantisipasi kesenjangan pembangunan wilayah utara dengan selatan Aceh.

"Solusi terbaiknya, pemekaran. Jika beberapa tahun lalu, usulan pemekaran Aceh menjadi 3 Provinsi, Abas dan Ala belum bisa direalisasi, usulan pemekaran menjadi 2 provinsi perlu dipertimbangkan lagi," harap anggota Komisi III DPRA dari Fraksi Partai Nasdem ini.

Yunardi juga menilai, pemberian otonomi khusus yang diikuti dengan kucuran dana Otsus belum berdampak signifikan terhadap peningkatan kesejahteraan rakyat.

"Faktanya, angka kemiskinan Aceh tertinggi se-Sumatera. Mengantisipasi masalah tersebut jelas lebih diperlukan pemekaran untuk peningkatan pelayanan kepada masyarakat. Referendum tidak memberi jalan keluar ketimpangan utara-selatan," tambah Yunardi.

Menurutnya, setelah gagasan pembentukan provinsi baru Aceh Leuser Antara (ALA) dan Aceh Barat Selatan (ABAS) tidak berhasil diwujudkan, kini muncul gagasan menggabungkan keduanya.

Jadi pemekarannya hanya membentuk satu provinsi baru ALA-ABAS.

"Pembentukan provinsi ALA-ABAS lebih bisa diharapkan menjawab keluhan masyarakat di wilayah selatan dan barat. Karena pembangunan Aceh masih lebih dominan di wilayah utara dan timur," pungkas Yunardi.(*)

Baca: Adi Laweung: Mualem Suarakan Referendum bukan Karena Kecewa dengan Hasil Pilpres

Baca: Pecahkan Kaca Mobil, Pencuri Gasak Uang Rp 200 Juta Milik Caleg DPR RI

Baca: Ayah Meninggal Saat Bayi, Ibu Masuk Penjara, Bagaimana Kabar Keanu Massaid, Putra Angelina Sondakh?

Penulis: Taufik Zass
Editor: Taufik Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved